Kemenag Ajak Umat Buddha Jadikan Vesakha Sananda 2026 Momentum Spiritual yang Berdampak Sosial dan Lingkungan

- Rabu, 06 Mei 2026 | 04:50 WIB
Kemenag Ajak Umat Buddha Jadikan Vesakha Sananda 2026 Momentum Spiritual yang Berdampak Sosial dan Lingkungan
PARADAPOS.COM - Kementerian Agama mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk menjadikan perayaan Vesakha Sananda 2026 sebagai momentum penguatan praktik spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ajakan ini disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, Supriyadi, saat membuka Lokakarya Borobudur di Jakarta, Rabu. Rangkaian kegiatan spiritual dan sosial ini akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 30 April hingga 29 Mei 2026, dengan puncak peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 jatuh pada 31 Mei 2026.

Spiritualitas yang Berwujud Nyata

Dalam sambutannya di Gedung Kemenag, Supriyadi menekankan bahwa perayaan keagamaan tidak boleh berhenti pada ritual semata. Ia ingin agar nilai-nilai agama benar-benar dihidupkan dalam keseharian. “Hari ini memberikan makna bahwa agama tidak hanya dimanifestasikan secara ritual semata, tapi agama bisa dipersiapkan menjadi pedoman, dan kita wujudkan dalam kehidupan. Sehingga bermakna buat diri sendiri, masyarakat, bangsa negara, dan alam semesta,” ujar Supriyadi. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Lokakarya Borobudur yang bertajuk “Membaca, Memahami, dan Menghidupkan Nilai Spiritualitas Borobudur”. Acara ini digelar sebagai ruang diskusi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Borobudur: Lebih dari Sekadar Candi

Roadshow Lokakarya Borobudur menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Vesakha Sananda 2026. Kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa Candi Borobudur bukan hanya warisan budaya dunia, melainkan juga sumber nilai spiritual yang kaya akan makna. “Lokakarya ini juga menjadi ruang interaksi yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tokoh agama, organisasi keagamaan Buddha, serta masyarakat umum, guna mendorong pertukaran gagasan dan penguatan perspektif yang komprehensif,” jelasnya. Melalui forum ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang bisa memperkuat praktik keagamaan umat Buddha di Indonesia.

Tema Besar Waisak 2026

Peringatan Tri Suci Waisak tahun depan mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Tema ini, menurut Supriyadi, sejalan dengan Asta Program Prioritas Menteri Agama. Rangkaian kegiatan pun dirancang untuk mendukung visi tersebut. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Sangha Agung Indonesia pada 30 April 2026. Sangha Theravada Indonesia telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pada 1 Mei 2026, termasuk puja bakti, praktik Atthangasila, meditasi, dan kelas Dhamma. Sementara itu, Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia mengajak umat untuk melaksanakan Upavasa vegetarian sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026. Ini menjadi bentuk pengendalian diri yang diyakini dapat memperkuat spiritualitas.

Kepedulian Lingkungan dan Aksi Sosial

Tak hanya ritual keagamaan, Vesakha Sananda 2026 juga diisi dengan aksi nyata untuk lingkungan. Kegiatan ekoteologi dan gerakan bersih-bersih rumah ibadah akan digelar secara serentak. Gerakan 3R (Reduce, Recycle, Reuse) akan diterapkan di lingkungan rumah ibadah agama Buddha, perguruan tinggi keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah. Selain itu, ada kegiatan Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup. Kegiatan lainnya meliputi Gerakan Upavasa dan Berdana Paramita sebagai wujud praktik kebajikan dan pengendalian diri, Gerakan Eco Enzyme melalui edukasi pembuatan cairan ramah lingkungan, Pindapata Nasional Gema Waisak sebagai sarana memperkuat hubungan antara Sangha dan umat, serta penyelenggaraan Vesak Festival 2026 sebagai ruang ekspresi budaya dan spiritual umat Buddha. “Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan sosial yang meliputi karya bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan secara serentak, donor darah dan/atau pengobatan gratis, serta santunan bagi anak yatim/piatu beragama Buddha,” kata Supriyadi.

Puncak Perayaan di Seluruh Indonesia

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup Gerakan Hening Nusantara, Roadshow Lokakarya Borobudur di berbagai daerah, serta perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur. Semua kegiatan ini dirancang untuk memperkuat persatuan dan kedamaian. Puncak peringatan Waisak akan dilaksanakan melalui Puja Bhakti pada 31 Mei 2026 di vihara, cetiya, sekolah, dan/atau candi Buddha di seluruh Indonesia. Dengan demikian, setiap umat Buddha di tanah air dapat merayakan momen sakral ini dengan khidmat, di mana pun mereka berada.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar