Pemeriksaan TBC Gratis di Kampung Susun Akuarium Jangkau 100 Warga untuk Rontgen Paru

- Kamis, 07 Mei 2026 | 17:25 WIB
Pemeriksaan TBC Gratis di Kampung Susun Akuarium Jangkau 100 Warga untuk Rontgen Paru
PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar pemeriksaan tuberkulosis (TBC) gratis bagi warga Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang menjangkau 100 peserta untuk rontgen paru dan 30 peserta untuk pemeriksaan dahak ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Lurah Penjaringan, Makhrus Nugroho D, menyebut langkah ini sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap deteksi dini penyakit menular tersebut.

Pemeriksaan Dahak dan Rontgen Paru

Di lokasi, warga tampak antre mengikuti dua jenis pemeriksaan utama. “Kami melakukan pemeriksaan kesehatan berupa cek dahak dan rontgen paru dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia,” jelas Makhrus Nugroho D saat ditemui di sela kegiatan. Sebanyak 100 warga menjalani rontgen paru, sementara 30 lainnya mengikuti pemeriksaan dahak. Kedua metode ini menjadi andalan dalam mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis secara dini.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Makhrus menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kelurahan Penjaringan, Puskesmas Penjaringan, Puskesmas Pembantu Penjaringan 1, PT PLN Nusantara Power, Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya, serta para kader RW setempat. Menurut dia, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penanganan TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Kami berharap warga semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan,” ujarnya.

Edukasi dan Deteksi Dini

Nurul Hilal, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Penjaringan, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pemeriksaan. Ada misi edukasi yang dibawa para tenaga kesehatan kepada masyarakat. “Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga penanganan tuberkulosis dapat dilakukan lebih cepat dan efektif demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas tuberkulosis,” pungkas Nurul. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendukung penanganan TBC di wilayah. Ia pun menekankan pentingnya pemahaman warga terhadap gejala awal TBC agar pengobatan bisa segera dimulai.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar