Dolar AS Tertekan ke Level 98,017, Pasar Optimis Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Terwujud

- Kamis, 07 Mei 2026 | 01:50 WIB
Dolar AS Tertekan ke Level 98,017, Pasar Optimis Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Terwujud
PARADAPOS.COM - Dolar Amerika Serikat (AS) tertekan terhadap enam mata uang utama dunia pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Indeks dolar AS, yang mengukur nilai greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tercatat turun 0,43 persen ke level 98,017. Pelemahan ini mencerminkan pergeseran sentimen investor yang mulai meninggalkan aset safe haven dan beralih ke instrumen berisiko, seiring dengan laporan bahwa kedua negara hampir mencapai nota kesepahaman.

Dolar Terpuruk di Hadapan Euro dan Yen

Pada penutupan perdagangan di New York, euro berhasil menguat menjadi USD1,1748, naik dari posisi sebelumnya di USD1,1700. Poundsterling Inggris juga mencatatkan kenaikan, diperdagangkan di level USD1,3593 dibandingkan USD1,3551 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, dolar AS melemah signifikan terhadap yen Jepang, turun ke 156,45 yen dari 157,88 yen. Di kawasan Eropa, dolar AS juga tak berdaya melawan franc Swiss, melemah menjadi 0,7790 franc dari 0,7827 franc. Namun, tidak semua mata uang berhasil mengungguli dolar. Di Amerika Utara, dolar AS justru menguat tipis terhadap dolar Kanada, naik ke 1,3636 dari 1,3618. Sementara itu, di kawasan Skandinavia, dolar AS melemah menjadi 9,2339 krona Swedia dari 9,2598 krona Swedia.

Kesepakatan Damai AS-Iran: Pemicu Utama Pelemahan

Para pelaku pasar mulai menjauhi aset-aset safe haven seperti dolar AS dan beralih ke saham berisiko. Langkah ini dipicu oleh harapan baru bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan damai. Laporan dari Axios menyebutkan, Gedung Putih hampir menyelesaikan nota kesepahaman satu halaman dengan Iran untuk mengakhiri konflik. Informasi ini diperoleh dari dua pejabat AS yang mengetahui langsung proses negosiasi. "Washington memperkirakan Teheran akan memberikan tanggapan pada beberapa poin utama dalam 48 jam ke depan," demikian isi laporan tersebut. Dokumen itu disebut akan menetapkan kerangka kerja untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci. Kesepakatan potensial ini mencakup komitmen Iran untuk melakukan moratorium pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, AS akan setuju untuk mencabut sanksi dan melepaskan miliaran dolar dana Iran yang saat ini dibekukan. Tak hanya itu, penutupan jalur distribusi krusial minyak mentah dunia di Selat Hormuz juga akan dicabut, memungkinkan kembali transit melalui jalur sempit tersebut. Wall Street Journal melaporkan, proposal satu halaman tersebut menambahkan rencana 14 poin dan akan memberikan waktu satu bulan untuk pembicaraan guna mengakhiri perang. Langkah ini dinilai sebagai terobosan diplomatik yang signifikan setelah sekian lama ketegangan membayangi pasar global.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar