Kerusuhan Pecah di Stadion Mandala Usai Persipura Gagal Promosi, Dua Mobil Dibakar

- Jumat, 08 Mei 2026 | 15:50 WIB
Kerusuhan Pecah di Stadion Mandala Usai Persipura Gagal Promosi, Dua Mobil Dibakar
PARADAPOS.COM - Kerusuhan meletus di Stadion Mandala, Jayapura, setelah Persipura Jayapura gagal meraih tiket promosi ke Super League. Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC pada babak playoff Championship Liga 2 memicu aksi anarkis pendukung. Dua unit mobil yang terparkir di depan stadion dilaporkan dibakar, sementara sejumlah fasilitas pertandingan ikut rusak. Hingga berita ini diturunkan, aparat masih berupaya mengendalikan situasi dan belum ada data resmi mengenai korban jiwa maupun total kerugian material.

Invasi Lapangan Picu Evakuasi

Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup, kekecewaan suporter berubah menjadi amuk. Mereka langsung menginvasi lapangan hijau, memaksa pemain dari kedua tim dan perangkat pertandingan untuk dievakuasi dengan tergesa-gesa. Suasana yang tadinya meriah berubah menjadi mencekam dalam hitungan detik.

Upaya Pembubaran dan Aksi Perusakan

Polisi yang berjaga di lokasi langsung berupaya membubarkan massa. Tembakan gas air mata dilepaskan untuk menghalau laju pendukung yang mulai tidak terkendali. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. Massa tetap bertahan dan melanjutkan aksi perusakan, terutama di area depan halaman stadion. Dua unit mobil yang terparkir menjadi sasaran amuk dan akhirnya terbakar. "Pemain kedua tim hingga wasit terpaksa dievakuasi," ujar seorang sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya. Hingga saat ini, kericuhan masih berlangsung. Belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun panitia pelaksana mengenai identitas pemilik mobil yang terbakar. Jumlah pasti korban luka dan kerugian material masih dalam pendataan. Situasi di sekitar Stadion Mandala masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar