Banjir Bandang di Aceh Tenggara Rusak 26 Rumah dan Lumpuhkan Akses Jalan Nasional

- Minggu, 10 Mei 2026 | 21:50 WIB
Banjir Bandang di Aceh Tenggara Rusak 26 Rumah dan Lumpuhkan Akses Jalan Nasional

PARADAPOS.COM - Banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, pada Sabtu (9/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB, merusak 26 rumah dan melumpuhkan akses jalan nasional Kutacane-Medan. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras sejak sore yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, membawa material bebatuan dan kayu gelondongan hingga menyumbat jembatan. Akibatnya, air, lumpur, dan kayu meluap ke pemukiman warga serta menutupi badan jalan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun sebanyak 155 jiwa terdampak dan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Material Sungai Sumbat Jembatan, Air Meluap ke Pemukiman

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari membuat volume air sungai di Lawe Sigala-gala meningkat dengan cepat. Material alam seperti bebatuan dan kayu gelondongan ikut terbawa arus deras, akhirnya menyumbat jembatan di titik tertentu. Akibat penyumbatan itu, aliran sungai mencari jalan lain dan meluap ke area permukiman warga di Desa Lawe Tua Gabungan dan Desa Lawe Tua Makmur.

"Debit air sungai meningkat hingga membawa material berupa bebatuan, dan kayu gelondongan yang menyumbat jembatan," ungkap Bahron Bakti saat dikonfirmasi pada Minggu (10/5/2026).

Tak hanya pemukiman, luapan lumpur dan kayu juga menutupi ruas jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dengan Medan. Akses di jalur utama itu sempat lumpuh total sejak malam hingga pagi hari, menyulitkan mobilitas warga dan kendaraan logistik.

26 Rumah Rusak, 155 Jiwa Terdampak

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, BPBA mencatat bahwa banjir bandang ini menyebabkan kerusakan pada 26 unit rumah warga. Dari jumlah tersebut, empat rumah mengalami rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan tujuh rumah lainnya mengalami rusak ringan. Sebanyak 155 jiwa dari kedua desa tercatat sebagai korban terdampak langsung oleh bencana ini.

"Air sudah mulai surut. Korban terdampak banjir 155 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," ujarnya.

Setelah air mulai surut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera dikerahkan ke lokasi. Satu unit alat berat diterjunkan untuk membantu proses pembersihan material sisa banjir, terutama di area jalan nasional dan permukiman warga. Proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan hingga pagi hari.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar