PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Disiplin Kelola Komorbid dan Tidak Paksakan Diri di Tanah Suci

- Senin, 11 Mei 2026 | 21:50 WIB
PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Disiplin Kelola Komorbid dan Tidak Paksakan Diri di Tanah Suci

Foto arsip. Jemaah haji berjalan di sekitar kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, selama penyelenggaraan ibadah haji (Sumber: AP Photo/Amr Nabil)

PARADAPOS.COM - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan jemaah calon haji Indonesia untuk lebih disiplin dalam mengelola penyakit penyerta atau komorbid serta tidak memaksakan diri selama berada di Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya sejumlah jemaah dengan kondisi kesehatan yang rentan, terutama pada gelombang kedua yang baru tiba di Makkah dari Jeddah.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan setempat menjadi faktor krusial. Di tengah suhu yang kerap menyengat dan aktivitas ibadah yang padat, jemaah diminta tidak memforsir tenaga.

"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Edi di Makkah, Minggu (11/5/2026).

Menurutnya, kondisi fisik harus dijaga sejak awal kedatangan agar tidak menurun drastis menjelang puncak rangkaian haji. Ia menambahkan, kelelahan yang tidak terkontrol justru bisa memicu komplikasi penyakit yang sebelumnya sudah ada.

Jemaah dengan Komorbid Diminta Disiplin Minum Obat

PPIH mencatat, sejumlah penyakit bawaan masih mendominasi keluhan kesehatan di kalangan jemaah gelombang kedua. Tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung menjadi tiga penyakit yang paling sering ditemukan.

Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk tetap rutin mengonsumsi obat sesuai resep, menjaga pola istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan. Langkah ini dinilai penting agar ibadah dapat berjalan lancar tanpa hambatan kesehatan yang serius.

Edi mengingatkan, cuaca di Makkah yang panas dan kering bisa memperburuk kondisi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Ia berharap semua jemaah dapat menjalani ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar