Gema Waisak 2026 di Kemayoran: 78 Bhikkhu dan Ribuan Umat Buddha Ikuti Prosesi Pindapata

- Senin, 11 Mei 2026 | 15:25 WIB
Gema Waisak 2026 di Kemayoran: 78 Bhikkhu dan Ribuan Umat Buddha Ikuti Prosesi Pindapata
PARADAPOS.COM - Jakarta, Senin, 11 Mei 2026 – Kawasan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayaran kembali menjadi pusat perhatian. Bukan karena gelaran bisnis atau acara internasional, melainkan karena nuansa spiritual yang kental. Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 resmi digelar, menghadirkan 78 Bhikkhu Sangha dan puluhan ribu umat Buddha dalam prosesi Pindapata. Kegiatan yang diinisiasi oleh Sangha Theravada Indonesia ini merupakan bagian dari peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE, mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri.”

Prosesi Khidmat di Jalan Benyamin Sueb

Sepanjang Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, pemandangan yang tak biasa terlihat. Para Bhikkhu berjalan tanpa alas kaki, dengan langkah tenang dan penuh wibawa. Mereka menerima persembahan puja dana dari umat yang berjejer rapi di sepanjang trotoar. Persembahan berupa makanan, sandang, dan obat-obatan itu diberikan dengan penuh hormat. Tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun ini kembali menghadirkan nilai-nilai kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

Dukungan Penuh dari Pengelola Kawasan

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan, menyampaikan apresiasinya langsung di lokasi. “Kami sangat mendukung kegiatan Pindapata ini sebagai bagian dari tradisi spiritual yang mempererat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa Kawasan PPK Kemayoran tidak hanya berperan sebagai pusat bisnis dan acara internasional, tetapi juga menjadi alternatif pelaksanaan aktivitas keagamaan, yang membuktikan keberagaman kegiatan di kawasan kami,” tuturnya.

Lebih dari Sekadar Ritual Keagamaan

Ketua Umum Panitia Gema Waisak Pindapata Nasional 2026, Bhikkhu Dhammakaro Mahathera, menegaskan bahwa Pindapata bukanlah sekadar ritual seremonial. Menurutnya, tradisi ini merupakan sarana untuk melatih kedermawanan dan memperkuat kehidupan spiritual umat. Ia menjelaskan, “Tema pada kegiatan hari ini adalah menapaki jalan mulia bersumbangsih bagi negeri. Rangkaian Gema Waisak 2026 bukan hanya melalui Pindapata melainkan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, Penyebaran eco enzyme.” Rangkaian acara memang tidak hanya berfokus pada prosesi spiritual. Berbagai kegiatan sosial turut digelar, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyebaran eco enzyme. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan dan sesama.

Apresiasi dari Pemerintah

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut hadir. Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa tradisi Pindapata menjadi pengingat penting tentang nilai welas asih dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. “Pada kegiatan Pindapata ini, kita belajar tentang makna kesederhanaan dan kebijaksanaan. Pindapata bukan sekedar menerima makanan melainkan perjumpaan batin antara yang memberi dan menerima,” ungkapnya.

Ruang Publik sebagai Simbol Toleransi

Pelaksanaan Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat tumbuhnya nilai toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial lintas masyarakat. Di tengah suasana khidmat, ribuan umat yang hadir tidak hanya merayakan Waisak, tetapi juga memperkuat semangat berbagi dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa. Suara kidung dan heningnya langkah para Bhikkhu berpadu dengan hiruk-pikuk kota, menciptakan harmoni yang jarang terlihat di pusat bisnis seramai Kemayoran.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar