Polri Susun Standar Peralatan Minimal untuk Seluruh Anggota Demi Pemerataan Logistik

- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:25 WIB
Polri Susun Standar Peralatan Minimal untuk Seluruh Anggota Demi Pemerataan Logistik
PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Polri tengah menyusun standar Minimal Essential Police Equipment (MEPE) sebagai acuan peralatan minimal bagi setiap anggota di lapangan. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Logistik (Slog) Polri 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Slog Polri, Cipinang, Jakarta Timur, pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan personel memiliki dukungan peralatan yang memadai sesuai karakteristik dan tantangan di masing-masing daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Standar Peralatan Minimal untuk Seluruh Anggota

Jenderal Sigit menegaskan bahwa penyusunan MEPE merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks. Menurutnya, standar ini akan menjadi tolok ukur bagi satuan kerja di seluruh Indonesia dalam mengelola perlengkapan. "Saat ini kita juga sedang menyusun MEPE, bagaimana ini menjadi harapan bahwa kita memiliki standar terkait dengan Minimal Essential Police Equipment. Jadi peralatan standar minimal yang harus kita miliki," jelas Jenderal Sigit di hadapan para peserta rakernis. Dengan adanya standar ini, ia berharap tidak ada lagi kesenjangan perlengkapan antara personel di daerah perkotaan dengan yang bertugas di wilayah terpencil. Kapolri menekankan bahwa setiap anggota harus siap siaga dengan peralatan yang sesuai, bukan sekadar ada, tetapi juga layak pakai dan relevan dengan ancaman di lapangan.

Peresmian Laboratorium Pengujian Logistik

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Sigit meresmikan laboratorium pengujian logistik yang baru. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan kualitas seragam dan peralatan anggota memenuhi spesifikasi teknis sebelum didistribusikan ke satuan-satuan. Suasana di lokasi terlihat sibuk, dengan para staf logistik memeriksa sampel perlengkapan. Laboratorium ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam melakukan kontrol kualitas, mengingat peralatan yang tidak standar dapat membahayakan keselamatan personel saat bertugas.

Perlengkapan Pelindung Diri yang Lebih Modern

Selain meresmikan laboratorium, Kapolri juga meninjau langsung perlengkapan pelindung diri (PPD) terbaru yang dipamerkan. Perlengkapan ini diklaim tahan terhadap serangan panah, bom molotov, hingga tembakan. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri anggota saat menghadapi situasi konflik berisiko tinggi. "Ini semua dimaksud untuk tentu saja agar anggota betul-betul bisa tampil percaya diri, khususnya dalam melaksanakan kegiatannya memberikan rasa aman bagi masyarakat menghadapi berbagai macam potensi, risiko ancaman yang akan dihadapi," ungkapnya sambil memeriksa rompi anti peluru yang dipajang. Di sela-sela peninjauan, terlihat beberapa anggota mencoba langsung perlengkapan tersebut, menguji kelenturan dan bobotnya. Suasana di ruang pameran terasa antusias, menandakan bahwa personel menyambut baik modernisasi ini.

Distribusi 430 Kendaraan Operasional ke Berbagai Daerah

Dukungan logistik tidak berhenti pada perlengkapan individu. Polri juga mendistribusikan 430 unit kendaraan operasional yang mencakup motor, mobil patroli listrik, ambulans, hingga kendaraan khusus untuk wilayah konflik seperti Papua dan daerah terdampak bencana banjir. "Sehingga kemudian pada saat Polri tampil dan turun, betul-betul bisa melaksanakan tugas pokoknya dengan semaksimal mungkin," tuturnya saat meresmikan pengiriman kendaraan tersebut. Distribusi ini diharapkan dapat mempercepat respons Polri di lapangan, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Dengan kendaraan yang sesuai medan, personel dapat bergerak lebih cepat dan efisien.

Harapan untuk Pelayanan Masyarakat yang Lebih Baik

Jenderal Sigit berharap, dengan disusunnya standardisasi MEPE dan modernisasi peralatan ini, Slog Polri dapat terus mengoptimalkan dukungan terhadap fungsi operasional. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang maksimal. "Harapan kita, semua yang dipersiapkan ini tentunya bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan oleh institusi Polri," pungkas Jenderal Sigit di akhir acara. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Polri berupaya serius dalam membenahi sektor logistik, yang selama ini kerap menjadi sorotan. Dengan standar yang jelas dan peralatan yang teruji, diharapkan setiap anggota dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional dan aman.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar