PARADAPOS.COM - CEO Nvidia, Jensen Huang, secara mendadak bergabung dengan rombongan Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan ke China pekan ini. Keputusan ini mengubah daftar awal delegasi yang sebelumnya tidak menyertakan nama Huang, dan memicu spekulasi bahwa pembahasan soal penjualan chip canggih H200 buatan Nvidia akan menjadi salah satu agenda utama pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Huang terlihat menaiki Air Force One di Alaska, bergabung dengan Trump dan belasan pemimpin bisnis Amerika lainnya dalam penerbangan menuju China.
Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa Trump menghubungi Huang secara mendadak pada Selasa lalu, setelah membaca pemberitaan media yang menyebut sang bos Nvidia tidak masuk dalam daftar undangan. Langkah ini menunjukkan adanya perubahan strategi komunikasi di menit-menit akhir sebelum keberangkatan.
Huang tidak tercantum dalam daftar awal yang dirilis Gedung Putih awal pekan ini. Nama-nama seperti Elon Musk dari Tesla dan Tim Cook dari Apple sudah lebih dulu dikonfirmasi sebagai bagian dari delegasi. Kehadiran mendadak Huang pun langsung menyita perhatian wartawan yang meliput perjalanan kepresidenan tersebut.
Kehadiran Mendadak dan Isyarat Agenda Chip
Penambahan nama Huang di detik-detik terakhir bukan sekadar perubahan administratif. Banyak pihak menafsirkan langkah ini sebagai isyarat bahwa isu penjualan chip H200—salah satu produk andalan Nvidia yang belum menembus pasar China—akan menjadi topik hangat dalam pertemuan bilateral.
Seorang juru bicara Gedung Putih menjelaskan bahwa jadwal Huang memang berubah, dan perubahan itu memungkinkannya untuk ikut serta. Namun, pernyataan resmi dari pihak Nvidia memberikan penekanan yang sedikit berbeda.
"Jensen menghadiri pertemuan puncak atas undangan Presiden Trump untuk mendukung Amerika dan tujuan pemerintahan," ujar juru bicara Nvidia, Rabu (13/5/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa kehadiran Huang bukanlah inisiatif pribadi, melainkan respons terhadap undangan langsung dari Presiden.
Latar Belakang Regulasi Chip H200
Chip H200 Nvidia yang canggih selama ini belum dijual ke China. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick bulan lalu mengungkapkan bahwa kendala utamanya bukanlah larangan ekspor dari pihak Amerika, melainkan kesulitan mendapatkan izin dari pemerintah China sendiri.
Namun, situasi mulai berubah. Pemerintahan Trump pada Januari lalu secara resmi memberikan lampu hijau untuk penjualan chip H200 ke China, meskipun dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Langkah ini membuka peluang bagi Nvidia untuk memasuki pasar yang selama ini tertutup, sekaligus menjadi salah satu poin negosiasi yang paling dinantikan dalam kunjungan kali ini.
Di tengah ketegangan perdagangan teknologi yang masih berlangsung, kehadiran Jensen Huang dalam delegasi kepresidenan memberikan sinyal bahwa industri chip AS siap berdiplomasi. Apakah kesepakatan akan tercapai? Jawabannya mungkin akan diketahui setelah pertemuan puncak antara Trump dan Xi Jinping berlangsung. (Wahyu Dwi Anggoro)
Artikel Terkait
Kejagung Kembalikan Rp 10,2 Triliun ke Kas Negara, Bukan Disimpan di Brankas
Pemuda Katolik Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Lewat Pariwisata dan UMKM
Pemprov Banten Bentuk Pansel untuk Seleksi Terbuka Direksi Tiga BUMD
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara atas Korupsi Pengadaan Chromebook