Tengkorak Pria Hilang Ditemukan di Hutan Malaka, Diduga Korban Pertengkaran Rumah Tangga

- Jumat, 15 Mei 2026 | 11:25 WIB
Tengkorak Pria Hilang Ditemukan di Hutan Malaka, Diduga Korban Pertengkaran Rumah Tangga

PARADAPOS.COM - Warga Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan penemuan tengkorak manusia di kawasan hutan setempat. Kerangka tersebut dipastikan milik Antonius Nana (47), seorang pria yang dilaporkan hilang sejak akhir April lalu. Penemuan terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 13.30 Wita, di aliran kali mati Kalalaran, Desa Meotroi, setelah pencarian berhari-hari oleh polisi dan warga.

Kronologi Hilangnya Sang Pencari Kayu

Peristiwa ini bermula dari keresahan seorang warga berinisial BB. Pada Senin, 11 Mei 2026, BB mendatangi rumah Antonius untuk menanyakan kabarnya. Namun, saat itu ia hanya bertemu dengan istri Antonius, Leonarda Belak.

Leonarda kemudian menjelaskan bahwa suaminya telah pergi dari rumah sejak Selasa malam, 28 April 2026. Kepergian itu terjadi tak lama setelah pasangan tersebut terlibat pertengkaran. Sumber keributan disebut-sebut bermula saat Antonius memotong karung berisi jagung di rumah mereka.

Setelah kejadian itu, Antonius langsung meninggalkan rumah tanpa pamit. Keluarga yang mulai cemas kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Laenmanen.

Proses Pencarian dan Temuan Mengenaskan

Tim gabungan dari kepolisian dan warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil setelah beberapa hari, meski dengan temuan yang memilukan. Antonius ditemukan di kawasan kali mati Kalalaran, dan kondisi saat ditemukan sudah tidak utuh lagi.

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, anggota segera turun ke lapangan dibantu warga sekitar.

"Setelah mendapat laporan anggota polisi melakukan pencarian dibantu oleh warga. Ceritanya korban hilang dari rumah pada 28 April 2026 hingga saat ditemukan hanya menyisakan tengkorak saja," tutur Riki.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian Antonius. Evakuasi dan proses identifikasi forensik telah dilakukan untuk memberikan kejelasan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar