PARADAPOS.COM - Kementerian Luar Negeri bersama Pemerintah Kota Makassar sukses menggelar Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar 2026 pada 23–25 Juni 2026. Acara ini diikuti oleh 40 diplomat asing dari 27 negara sahabat, termasuk duta besar, kepala perwakilan, konsul jenderal, dan diplomat senior yang membidangi budaya, ekonomi, perdagangan, serta investasi. IGS Makassar 2026 merupakan edisi keenam setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Labuan Bajo (NTT), dan Lombok (NTB). Kegiatan ini menjadi bagian dari diplomasi soft power Indonesia untuk memperkuat citra positif bangsa di mata dunia.
Diplomasi Kuliner untuk Jembatan Kerja Sama
Melalui instrumen kuliner, IGS bertujuan meningkatkan people-to-people contact, mendorong diplomasi ekonomi daerah, memperkuat diplomasi budaya dan promosi pariwisata, mengembangkan kerja sama sister city, menjembatani kolaborasi daerah dengan jejaring diplomatik, serta mendorong kolaborasi akademik dan riset internasional.
Mengusung tema “Bringing Flavours, Cultures and Business Opportunities,” para peserta diajak menyelami kekayaan sejarah dan kuliner khas tanah Celebes. Kawasan ini telah dikenal sebagai jalur rempah internasional sejak abad ke-16.
Rangkaian kegiatan meliputi live cooking demo kuliner khas dari empat etnis terbesar di Sulawesi Selatan, pertunjukan kolosal I La Galigo, forum bisnis dan investasi produk unggulan daerah, serta pameran UMKM lokal siap ekspor binaan Pemkot Makassar dan DEKRANASDA. Para diplomat asing juga mengikuti one-on-one business matching dengan pelaku bisnis lokal, pertemuan khusus dengan Wali Kota Makassar, fashion show wastra nusantara, hingga ekskursi ke destinasi wisata unggulan Makassar.
Sambutan Hangat dan Harapan Kolaborasi
Delegasi IGS dipimpin oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Heru H. Subolo, didampingi Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga, Prasetyo Hadi. Kehadiran mereka di ibu kota Sulawesi Selatan ini disambut hangat oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Dalam sambutan pembuka pada gala dinner dan forum bisnis, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh korps diplomatik negara sahabat. Ia menekankan pentingnya membina persahabatan antara Indonesia dengan negara mitra untuk mendorong kerja sama konkret.
“Gastronomi memiliki kekuatan unik untuk menyatukan orang, memungkinkan kita untuk berbagi cerita, tradisi, dan nilai-nilai tanpa batas dan bahasa,” tutur Wali Kota Munafri.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal IDP, Duta Besar Heru H. Subolo, turut menggemakan kekuatan gastronomi sebagai instrumen penting diplomasi soft power.
“Makan bersama dapat menumbuhkan pemahaman, menciptakan kepercayaan, dan membuka jalan bagi kolaborasi yang seringkali berlanjut jauh melampaui meja makan,” ucapnya.
Minat Kerja Sama dari Berbagai Negara
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, tercatat sebanyak 16 negara menyatakan minat untuk pembahasan lebih lanjut mengenai potensi kerja sama. Negara-negara tersebut antara lain Fiji, Kosta Rika, Meksiko, Nigeria, Polandia, Peru, dan Tunisia.
Kerja sama yang dijajaki meliputi pembentukan sister-city, kerja sama pendidikan dengan Universitas Hasanuddin, pengelolaan kawasan industri, serta ekspor komoditas lokal unggulan seperti kopi, gula aren, produk perikanan, rempah-rempah, tekstil atau batik, dan madu.
Testimoni Positif dari Para Diplomat
IGS Makassar 2026 menuai testimoni positif dari para peserta. “Saya suka makanan Indonesia… mungkin makanan laut terbaik yang pernah saya makan (di Indonesia) ada di Makassar,” ujar Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Y.M. Pekka Kaihilahti.
Sementara itu, Duta Besar Peru untuk Indonesia, Y.M. Luis Raúl Tsuboyama Galván, mengaku terkesan dengan posisi strategis Makassar sebagai hub wilayah Indonesia bagian Timur, serta kekayaan sejarah dan keberagaman budayanya.
“Kami belajar lebih banyak tentang budaya Makassar – Bugis, Toraja, Makassar… (Indonesia) adalah negara kepulauan yang besar, (setiap) pengalaman berbeda,” ungkapnya.
Selain korps diplomatik asing, rangkaian IGS ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Wakil Wali Kota Makassar, jajaran Forkopimda Kota Makassar, Ketua Bidang Kerja Sama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), asosiasi UMKM binaan Pemkot dan Dekranasda, akademisi Universitas Hasanuddin, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
OJK, UNODC, dan 13 Negara Bahas Strategi Khusus Berantas Penipuan Digital di Asia Tenggara
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara atas Korupsi Pengadaan Chromebook
Oman Tolak Biaya Transit Kapal di Selat Hormuz, Buka Peluang Diskusi Biaya Layanan Maritim
Industri Komponen Otomotif Nasional Tahan di Tengah Tekanan Global, Ekspor Tembus 100 Negara