Penangkapan Gagal Senator Dela Rosa di Gedung Senat Filipina, ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan

- Jumat, 15 Mei 2026 | 01:25 WIB
Penangkapan Gagal Senator Dela Rosa di Gedung Senat Filipina, ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan

PARADAPOS.COM - Suasana mencekam menyelimuti Gedung Senat Filipina pada Senin (11/5) ketika belasan tembakan meletus di tengah upaya aparat keamanan, gabungan marinir dan polisi, untuk menangkap Senator Ronald Dela Rosa. Mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina itu menjadi buruan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang narkoba era mantan Presiden Rodrigo Duterte. ICC telah merilis surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa, yang dituduh terlibat dalam pembunuhan massal saat ia memimpin kepolisian pada 2016-2018.

Kronologi Penangkapan yang Gagal

Dela Rosa, yang menghilang dari publik sejak November tahun lalu, tiba-tiba muncul di kompleks Senat. Ia nyaris lolos dari sergapan agen pemerintah yang mengejarnya hingga ke tangga gedung. Insiden ini memicu ketegangan di dalam parlemen, dengan suara tembakan menggema di koridor. Sumber di lapangan menyebutkan bahwa operasi penangkapan itu berlangsung singkat namun penuh tekanan, melibatkan puluhan personel bersenjata lengkap.

Dirangkum dari laporan yang beredar, Jumat (15/5/2026), ICC mengonfirmasi pihaknya telah merilis surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa. Mereka menuduh Dela Rosa telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan. Surat perintah ini menjadi dasar bagi pemerintah Filipina untuk bertindak, meskipun prosesnya diwarnai drama di dalam negeri.

Latar Belakang Perang Narkoba Berdarah

Sebagai informasi, Dela Rosa memimpin Kepolisian Nasional Filipina periode 2016-2018, atau selama dua tahun pertama perang narkoba mematikan yang gencar pada era mantan Presiden Rodrigo Duterte. Operasi anti-narkoba itu menyebabkan kematian ribuan orang, banyak di antaranya pengguna narkoba dan pengedar narkoba level rendah. Kebijakan kontroversial ini mendapat sorotan tajam dari komunitas internasional, termasuk ICC.

Duterte sendiri telah ditangkap pada Maret tahun lalu, lalu diterbangkan ke Belanda dan ditahan di Den Haag, markas ICC, sembari menunggu persidangan. Kini, Dela Rosa menyusul sebagai target berikutnya, menandai eskalasi penegakan hukum internasional di kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan Dela Rosa: Saya Akan Melawan

Saat muncul ke publik, Dela Rosa menegaskan akan melawan upaya-upaya untuk menangkap dan menyerahkan dirinya kepada ICC yang bermarkas di Belanda. Dalam sebuah video yang diunggah di Facebook pada hari Rabu, ia menyampaikan permohonan emosional.

"Saya memohon kepada Anda. Saya harap Anda dapat membantu saya. Jangan biarkan warga Filipina lainnya dibawa ke Den Haag," kata Dela Rosa, suaranya bergetar di tengah sorotan kamera. Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan politikus lokal, antara yang mendukung penyerahan diri dan yang menolak campur tangan asing.

Di luar gedung Senat, suasana tetap tegang. Warga sekitar melaporkan mendengar suara tembakan dan kendaraan patroli yang melaju kencang. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian Filipina mengenai status penangkapan Dela Rosa, namun sumber internal menyebutkan bahwa operasi masih berlangsung dan pelaku utama masih dalam pengawasan ketat.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar