PARADAPOS.COM - Seorang mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara, berinisial MA (20), menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual setelah tergiur lowongan pekerjaan babysitter palsu yang diunggah di Facebook. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah sewaan di kawasan perumahan elite, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada 9 hingga 11 Mei lalu. Pelaku berinisial FR diduga sengaja memasang jebakan lowongan kerja untuk memancing korban datang seorang diri. Korban berhasil melarikan diri setelah pelaku pergi, dan melapor ke warga sekitar yang kemudian menghubungi polisi.
Modus Lowongan Pekerjaan Palsu di Media Sosial
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika korban melihat unggahan lowongan kerja babysitter di Facebook. Karena ingin mendapatkan penghasilan tambahan, MA pun tertarik dan menghubungi pelaku melalui media sosial. Setelah berkomunikasi, pelaku meminta korban datang langsung ke rumah sewaan yang telah disiapkan. Namun, sesampainya di lokasi, pekerjaan yang dijanjikan ternyata hanya akal-akalan.
“Pelaku ini membuka lowongan pekerjaan, lalu korban datang. Setelah korban datang, lalu pelaku sampaikan bahwa pekerjaan babysitter baru beberapa hari mendatang,” ujar Arya, Minggu (17/5).
Selama menunggu, korban diminta tinggal sementara di rumah tersebut sambil membantu pekerjaan rumah tangga. Ia berada di lokasi sejak Sabtu (9/5) hingga Senin (11/5). Pada hari ketiga, pelaku masuk ke kamar korban sambil membawa pisau cutter untuk mengancam. Dalam kondisi ketakutan, korban kemudian disekap dan mengalami kekerasan seksual berulang kali.
Penyekapan dan Aksi Pelarian Korban
“Korban disekap, mulutnya dilakban, mata ditutup lakban, dan dirudapaksa beberapa kali,” ungkap Arya.
Tak hanya melakukan kekerasan seksual, pelaku juga membawa kabur uang dan telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri meninggalkan rumah tersebut. Dalam kondisi trauma dan tangan masih terikat, korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri. Saat pelaku pergi, korban nekat kabur melalui jendela rumah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate, AKP Abd Latif, mengatakan bahwa warga yang mendengar teriakan korban langsung melapor kepada polisi. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi.
“Saat kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas langsung mendatangi lokasi tersebut,” kata Latif.
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi syok berat dengan tangan masih terikat. Polisi kemudian mengevakuasi korban dan memberikan pendampingan psikologis sebelum laporan resmi diproses di Unit PPA Polrestabes Makassar.
Pelaku Sewa Rumah Elite Secara Harian
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa pelaku ternyata menyewa rumah elite tersebut secara harian dengan tarif sekitar Rp 300 ribu per hari demi menjalankan aksinya. Yang lebih mengejutkan, setelah kabur dari Makassar, pelaku diketahui kembali memasang loker palsu untuk mencari korban lain. Kali ini sasarannya di Surabaya.
“Pelaku juga sudah pasang iklan di Surabaya. Jadi setelah selesai di Makassar, dia ke Surabaya dan kembali buka lowongan kerja,” beber Arya.
Pelarian FR akhirnya terhenti setelah aparat gabungan Polrestabes Makassar dan kepolisian Surabaya berhasil menangkapnya di Pelabuhan Tanjung Perak sesaat setelah turun dari kapal. Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang pernah menjadi target modus loker palsu pelaku di berbagai daerah.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menkeu Bantah Anggaran Pertahanan Ganggu APBN, Defisit Diklaim Terkendali di Bawah 3 Persen
Transformasi Ponsel dalam Satu Dekade: Dari Alat Komunikasi Menjadi Pusat Kehidupan Digital Modern
Presiden Prabowo Serahkan Enam Jet Tempur Rafale dan Alutsista Modern ke TNI AU
Prabowo Tanya Soal Dolar ke Menkeu, Dijawab Sjafrie: “Mau Naik Haji”