PARADAPOS.COM - Tim penyelam spesialis dari organisasi Divers Alert Network (DAN) Eropa berhasil menemukan empat jenazah penyelam asal Italia yang hilang di sistem gua bawah laut Maladewa. Operasi pencarian dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan Dhekunu Kandu, Vaavu Atoll, sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Penemuan ini mengakhiri masa pencarian yang berlangsung sejak Kamis lalu, ketika kelima penyelam Italia—termasuk seorang ibu dan anak perempuannya—dinyatakan hilang saat menjelajahi kawasan tersebut. Sayangnya, satu personel militer Maladewa juga tewas dalam upaya pencarian dan evakuasi.
Operasi Pencarian dan Temuan di Dalam Gua
Proses pencarian berlangsung dalam kondisi bawah laut yang menantang. Tiga penyelam dari tim spesialis menghabiskan waktu sekitar tiga jam untuk menyusuri lorong-lorong gua bawah laut. Mereka tidak hanya mencari korban, tetapi juga melakukan pemetaan area dan menilai kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
“Tim spesialis berhasil menjelajahi sistem gua bawah laut, menilai kondisi lingkungan dan operasional, menemukan seluruh empat korban yang masih hilang, serta mengumpulkan informasi penting untuk tahap evakuasi berikutnya,” demikian pernyataan resmi DAN Eropa.
Pernyataan itu dirilis pada Selasa, 19 Mei 2026, dan dikutip langsung dari pemberitaan media internasional. Suasana di lokasi kejadian digambarkan tegang, mengingat kompleksitas medan bawah laut yang dikenal memiliki arus kuat dan lorong sempit.
Korban dan Dampak Operasional
Sebelumnya, lima warga negara Italia dilaporkan tewas dalam insiden menyelam di gua bawah laut Vaavu Atoll. Mereka terdiri dari beberapa orang dewasa dan satu anak perempuan, yang semuanya hilang sejak Kamis saat menjelajahi kawasan tersebut. Hingga kini, proses evakuasi keempat jenazah masih menjadi prioritas utama.
Pasukan Pertahanan Nasional Maladewa turut mengonfirmasi bahwa seorang penyelam militer mereka meninggal dunia saat membantu proses pencarian dan evakuasi. Kejadian ini menambah daftar korban dalam insiden nahas tersebut.
Langkah Selanjutnya dan Koordinasi
Ke depan, fokus operasi akan beralih pada evakuasi keempat jenazah dari dalam gua. Proses ini memerlukan perencanaan matang mengingat medan yang sulit dan risiko tinggi bagi tim penyelamat.
DAN Eropa menyatakan bahwa koordinasi dilakukan secara ketat bersama Pasukan Pertahanan Nasional Maladewa serta otoritas Italia yang berada di Male. Semua pihak berupaya mempercepat proses tanpa mengabaikan keselamatan personel di lapangan.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Timur dan Jawa Tengah
Trump Tunda Rencana Serangan Militer ke Iran, Buka Peluang Kesepakatan Damai
Iran Sampaikan Proposal Damai ke AS Lewat Mediator Pakistan, Tuntut Pencairan Aset dan Pencabutan Sanksi
Menteri ESDM Pastikan Tarif Listrik Tak Naik pada Triwulan II 2026