Menkeu Siap Copot Pimpinan Bea Cukai Jika Tak Becus, Purbaya: Saya akan Cek Dulu

- Rabu, 20 Mei 2026 | 10:25 WIB
Menkeu Siap Copot Pimpinan Bea Cukai Jika Tak Becus, Purbaya: Saya akan Cek Dulu
PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dinilai tidak becus bekerja. Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai Presiden Prabowo memberikan peringatan keras dalam pidato penyampaian KEM-PPKF 2027 di Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026). Namun, Purbaya menegaskan bahwa ia akan terlebih dahulu mengecek kinerja pimpinan Bea dan Cukai sebelum mengambil keputusan.

Peringatan Presiden Prabowo untuk Bea Cukai

Dalam pidato di hadapan pimpinan parlemen dan para menteri kabinet, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan terbuka kepada jajaran DJBC. Kepala Negara menginstruksikan Menteri Keuangan untuk tidak segan-segan mencopot pimpinan otoritas kepabeanan tersebut jika dinilai lambat dalam melakukan pembenahan internal. "Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," kata dia.

Respons Purbaya: Siap Eksekusi, Tapi Cek Dulu

Menanggapi instruksi tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku siap menjalankan perintah. Namun, ia tidak serta merta bergerak tanpa data. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ia menjelaskan bahwa keputusan akan diambil setelah evaluasi menyeluruh. "Nanti kita lihat ya. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan, saya enggak bisa kalau ga ada perintah. Tapi saya akan cek dulu ya," ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian Purbaya dalam menyikapi perintah presiden. Ia tidak ingin bertindak gegabah tanpa terlebih dahulu memastikan kondisi di lapangan.

Latar Belakang Peringatan Keras

Peringatan Presiden Prabowo terhadap Bea Cukai bukanlah yang pertama kali. Dalam beberapa kesempatan, Kepala Negara terus mendorong perbaikan di institusi tersebut. Sorotan utama tertuju pada lambatnya pembenahan internal yang dinilai menghambat efektivitas kerja DJBC. Instruksi tegas ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menginginkan perubahan di tubuh Bea Cukai. Purbaya pun berada di posisi yang harus menyeimbangkan antara kepatuhan pada perintah presiden dan objektivitas dalam menilai kinerja bawahannya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar