PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo yang berlokasi di Gedung Terpadu Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada Selasa, 19 Mei 2026. Penggeledahan yang berlangsung sekitar delapan jam ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi jual beli jabatan yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko. Dari lokasi, penyidik membawa tiga koper yang diduga berisi dokumen serta mengamankan satu flashdisk dari kendaraan dinas Kepala Dinas Kesehatan.
Suasana di sekitar gedung yang juga ditempati Dinas Pendidikan itu tampak tegang sejak pagi. Para pegawai yang melintas di lorong-lorong kantor memilih berbisik ketika membahas kedatangan tim penyidik. Beberapa dari mereka bahkan terlihat enggan berkomentar saat awak media mencoba menggali informasi.
Proses Penggeledahan Berlangsung Hingga Sore
Penyidik KPK tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan baru meninggalkan gedung menjelang pukul 17.00 WIB. Selama proses tersebut, sejumlah pejabat yang ruangannya diperiksa memilih bertahan di dalam gedung. Mereka baru terlihat keluar setelah tim penyidik benar-benar pergi dari Jalan Basuki Rahmat.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri, sempat meninggalkan kantornya melalui pintu belakang. Saat dicegat wartawan, ia hanya memberi respons singkat.
“Udah udah ndak usah, nanti dulu,” kata Nurhadi.
Kadinkes Tak Terlihat dan Mobil Dinas Kosong
Situasi berbeda terjadi pada Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti. Hingga malam hari, ia tidak terlihat keluar dari gedung. Petugas keamanan bahkan sempat menutup akses masuk utama. Sebuah mobil dinas berpelat merah miliknya terlihat keluar dari halaman dalam kondisi kosong tanpa pengemudi.
Penyidik juga memeriksa kendaraan dinas Kepala Dinas Kesehatan bernomor polisi AE 41 SP. Dari pemeriksaan tersebut, petugas diduga mengamankan satu flashdisk yang diduga kuat berkaitan dengan barang bukti perkara.
Penggeledahan Merambah Dinas Pendidikan
Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan penggeledahan tidak hanya terbatas di Dinas Kesehatan. Penyidik KPK juga memasuki ruang kerja di Dinas Pendidikan Ponorogo yang berada dalam satu kompleks gedung. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo memiliki jejak yang lebih luas dari yang terungkap sebelumnya melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menyampaikan keterangan resmi terkait barang bukti yang diamankan. Penyidik masih mendalami keterlibatan sejumlah pihak dalam perkara tersebut. Publik pun menanti perkembangan lebih lanjut dari lembaga antirasuah itu.
Artikel Terkait
Dokter Bantah Mitos Olahraga Malam Picu Kortisol Berbahaya bagi Otak
BPA Fair 2026: Hyundai Ioniq 5 Bekas Rampasan Dilelang Rp 153 Juta, Tanpa BPKB dan STNK
Presiden Prabowo Dorong Anak Muda Beralih dari Pengejaran ASN ke Kewirausahaan, Siapkan Kredit Startup
Prabowo Ungkap Underinvoicing Sebabkan Gaji Guru dan ASN Kecil, Negara Rugi Rp5.300 Triliun