BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki hingga Juni 2026

- Kamis, 21 Mei 2026 | 09:50 WIB
BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki hingga Juni 2026
PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perpanjangan ini berlaku hingga Selasa, 30 Juni 2026, sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan proses pemulihan dan perlindungan bagi warga terdampak. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 21 Mei 2026, berdasarkan rekomendasi teknis terkait aktivitas vulkanik gunung yang masih fluktuatif.

Alasan Perpanjangan Status Tanggap Darurat

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki terus dipantau secara ketat. “Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur masih terus dipantau. Status tanggap darurat akibat erupsi gunung api tersebut telah diperpanjang dan berlaku hingga Selasa, 30 Juni,” ujarnya. Perpanjangan status ini bukan sekadar formalitas. Langkah ini memberikan payung hukum bagi pemerintah dan instansi terkait untuk terus mengerahkan sumber daya, logistik, dan personel di lapangan secara optimal. Dengan demikian, proses evakuasi, pendistribusian bantuan, dan pemantauan kondisi pengungsi dapat berjalan tanpa hambatan administratif.

Fokus pada Kebutuhan Pengungsi dan Ancaman Sekunder

Salah satu prioritas utama dalam perpanjangan status ini adalah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi di posko penampungan terpenuhi secara berkala. BNPB menegaskan bahwa langkah ini diambil selama potensi ancaman bahaya sekunder, seperti guguran lava dan abu vulkanik, masih mungkin terjadi. Tim di lapangan terus memantau perkembangan situasi. Mereka juga mengimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Lewotobi Laki-laki serta para wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi radius aman yang telah ditetapkan. Imbauan ini disampaikan secara langsung oleh petugas di titik-titik rawan.

Kenaikan Status Gunung Menjadi Siaga

Sebelum perpanjangan status tanggap darurat ini, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dari Waspada menjadi Siaga atau level III. Keputusan ini diambil pada Selasa, 12 Mei 2026, berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan. Tim ahli Badan Geologi melaporkan bahwa pada periode 1-11 Mei 2026, aktivitas gunung didominasi oleh gempa vulkanik dalam yang mencapai 21 hingga 32 kejadian per hari, terutama pada 1-4 Mei 2026. Kondisi ini mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik yang cukup kuat menuju sistem gunung api. Selain itu, aktivitas tremor non-harmonik juga terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten, dengan kisaran 17-27 kejadian per hari. Data ini menjadi dasar bagi Badan Geologi untuk merekomendasikan larangan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Rekomendasi dan Kewaspadaan bagi Masyarakat

Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama jika terjadi hujan lebat. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Bagi warga yang terdampak hujan abu, imbauan untuk menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan terus digaungkan. Petugas di lapangan juga mengingatkan agar warga tidak mendekati area yang telah ditandai sebagai zona berbahaya. Semua langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar