Kodam Jaya Kerahkan Satuan Tempur Bantu Patroli Polda Metro Jaya Berantas Begal

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:25 WIB
Kodam Jaya Kerahkan Satuan Tempur Bantu Patroli Polda Metro Jaya Berantas Begal
PARADAPOS.COM - Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) secara resmi mengerahkan satuan teritorial dan batalyon tempur untuk mendukung patroli Polda Metro Jaya dalam memberantas kejahatan jalanan, khususnya aksi begal yang marak di Jakarta dan sekitarnya. Dukungan ini diumumkan pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebagai respons terhadap meningkatnya kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah ibu kota. Sinergi antara TNI dan Polri ini telah berjalan di lapangan melalui patroli gabungan sejak tingkat terbawah.

Patroli Gabungan dari Tingkat Bawah

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letnan Kolonel Arh. Noor Iskak, menegaskan bahwa koordinasi pengamanan sudah berlangsung secara terstruktur. "Sinergi pengamanan ini telah berjalan di lapangan melalui patroli gabungan sejak dari tingkat terbawah," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media. Menurutnya, langkah ini diambil untuk membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas aksi pembegalan yang belakangan kerap meresahkan warga. Tidak hanya di jalan raya, titik-titik rawan juga menyebar hingga ke permukiman padat penduduk.

140 Personel Dikerahkan ke Titik Rawan

Polda Metro Jaya sendiri telah menerjunkan 140 personel dalam patroli kegiatan rutin. Fokus utama operasi ini adalah mengantisipasi tiga jenis kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah 3C, yaitu pencurian dengan pemberat (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kawasan Jakarta Selatan menjadi salah satu prioritas pengamanan. Dari jumlah tersebut, rincian personel terdiri dari 100 personel Polri, 30 personel TNI, dan 10 personel Satpol PP. Kombinasi ini menunjukkan pendekatan kolaboratif lintas instansi yang tidak hanya mengandalkan satu kekuatan saja.

Pergerakan Situasional di Lapangan

Pihak kepolisian memastikan bahwa tim patroli akan bergerak secara berkeliling atau mobile ke sejumlah titik yang dinilai rawan. Tidak hanya itu, pergerakan personel juga dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan. Artinya, pola patroli bisa berubah sewaktu-waktu jika ditemukan indikasi peningkatan aktivitas kriminal di lokasi tertentu. Di lapangan, personel gabungan terlihat berjaga di sudut-sudut jalan yang minim penerangan, tempat yang kerap diincar para pelaku kejahatan. Suasana malam di beberapa titik di Jakarta Selatan pun mulai terasa lebih aman dengan kehadiran mereka.

Harapan Masyarakat

Langkah ini disambut positif oleh warga yang selama ini merasa was-was saat beraktivitas di malam hari. Dengan adanya patroli gabungan, diharapkan angka kejahatan jalanan dapat ditekan secara signifikan. Pihak berwenang pun berkomitmen untuk terus mengevaluasi efektivitas patroli dan memperluas jangkauan operasi jika diperlukan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar