Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/26, Ukir Hattrick Gelar Setelah Tekuk Persijap

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:50 WIB
Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/26, Ukir Hattrick Gelar Setelah Tekuk Persijap
PARADAPOS.COM - Persib Bandung resmi mengukir sejarah baru di pentas sepak bola nasional. Dalam kompetisi BRI Super League 2025/26 yang berakhir Sabtu, 23 Mei 2026, Maung Bandung memastikan diri sebagai juara untuk ketiga kalinya secara beruntun—sebuah pencapaian hattrick yang langka. Kepastian ini didapat setelah Persib bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dengan hasil tersebut, Persib mengoleksi total 79 poin dari 34 laga, unggul dalam perhitungan head to head atas Borneo FC Samarinda yang juga mengantongi 79 poin dan harus puas sebagai runner-up.

Perebutan Gelar yang Ketat

Musim ini menjadi salah satu yang paling sengit dalam sejarah liga. Persib dan Borneo FC benar-benar berimbang di puncak klasemen, namun keunggulan rekor pertemuan langsung membuat Persib berhak atas mahkota juara. Atmosfer di stadion terasa tegang hingga peluit panjang berbunyi, ketika hasil imbang sudah cukup memastikan gelar tetap berada di Kota Kembang.

Pemain Terbaik: Mariano Peralta

Gelar individu paling bergengsi, Best Player, jatuh ke tangan Mariano Peralta. Pemain asal Argentina milik Borneo FC Samarinda ini tampil moncer sepanjang musim dengan torehan 20 gol dan 14 assists dari 34 penampilan. Performa konsistennya menjadi salah satu alasan utama Pesut Etam mampu bersaing hingga laga terakhir.

Pemain Muda Terbaik: Donny Tri Pamungkas

Dari kubu Persija Jakarta, muncul nama Donny Tri Pamungkas sebagai pemain muda terbaik. Pemain berusia 21 tahun ini dipercaya tampil di 26 laga dan menyumbang satu gol untuk Macan Kemayoran. "Ini adalah hasil kerja keras dan doa orang tua. Saya bersyukur bisa dipercaya bermain di usia muda," ujarnya saat menerima penghargaan.

Kiper Terbaik: Nadeo Arga Winata

Di bawah mistar, nama Nadeo Arga Winata dari Borneo FC Samarinda tak tergoyahkan. Kiper timnas Indonesia ini tercatat sebagai satu-satunya pemain yang tak pernah absen dalam 34 pertandingan. Ia mencatat 130 penyelamatan penting dan 12 kali clean sheets sepanjang musim. Penampilannya yang gemilang menjadi tembok kokoh bagi lini belakang Pesut Etam.

Pelatih Terbaik: Bojan Hodak

Penghargaan pelatih terbaik diberikan kepada juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak. Di bawah arahannya, Persib hanya menelan tiga kekalahan dari 34 laga. Konsistensi dan disiplin taktik yang diterapkannya menjadi kunci sukses tim. Para pemain tampil solid, dan Bobotoh pun memberikan apresiasi melalui koreografi megah di laga pamungkas.

Tim Fair Play dan Gol Terbaik

Borneo FC Samarinda juga membawa pulang penghargaan sebagai tim fair play. Sepanjang musim, tim asal Kalimantan Timur ini dinilai menunjukkan respek, disiplin, dan sportivitas tinggi di atas lapangan. Sementara itu, gol terbaik musim ini menjadi milik Muhammad Iqbal dari PSIM Yogyakarta. Sebuah gol salto spektakuler yang ia cetak saat PSIM menang 2-1 atas Madura United FC di pekan ke-33. Momen itu langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air.

Top Skor: David da Silva

Gelar pencetak gol terbanyak musim ini diraih oleh striker Malut United FC, David da Silva. Mantan penyerang Persib Bandung itu menutup musim dengan 23 gol dan lima assists. Ketajamannya di depan gawang lawan menjadi bukti bahwa kualitasnya tak luntur meski berganti klub.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar