Presiden Prabowo Dorong Tambak Udang dan Ikan untuk Perkuat Swasembada Protein Nasional

- Senin, 25 Mei 2026 | 05:50 WIB
Presiden Prabowo Dorong Tambak Udang dan Ikan untuk Perkuat Swasembada Protein Nasional
PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan tambak udang dan ikan produktif sebagai langkah strategis memperkuat swasembada protein nasional. Hal ini disampaikan Zulhas dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026, usai Presiden meninjau langsung panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara turut menarik jaring bersama Zulhas dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Prioritas Pasokan Dalam Negeri

Zulhas menegaskan bahwa hasil panen udang dari kawasan tersebut akan diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Hasil panen udang dari kawasan akan diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan swasembada protein," jelasnya. Pemerintah memandang panen raya udang ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya memperkuat pasokan protein masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor di masa depan. Selain kawasan tambak udang di Kebumen, Presiden juga mendorong pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo seluas 200 hektare.

Skala dan Produktivitas Tambak

Tambak udang di Desa Tegal Retno, Kebumen, memiliki luas lahan 65 hektare dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak. Kawasan ini dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah beroperasi sekitar tiga tahun. Setiap hektare tambak ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang. Dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram, kawasan tersebut ditargetkan menghasilkan produksi hingga 960 ton per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun. "Nilai produksi tambak tersebut mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau Rp134,4 miliar per tahun, menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal," ungkap Zulhas.

Potensi Ekspor dan Ketahanan Pangan

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan tambak ikan di kawasan pantai utara Jawa Barat seluas 14 ribu hektare. Langkah ini dinilai strategis mengingat sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penopang penting ketahanan pangan sekaligus meningkatkan devisa negara. Berdasarkan data KKP, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD6,27 miliar, dengan komoditas udang menyumbang sekitar USD1,87 miliar atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional. Setelah mencapai swasembada beras, jagung, telur, ayam, dan ikan, pemerintah kini mengarahkan pengembangan tambak udang dan ikan untuk memperkuat swasembada protein. Zulhas menilai penguatan ini diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas angkatan kerja, kecerdasan anak, serta percepatan penurunan stunting.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar