Harga Emas Anjlok Lebih dari 1 Persen Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS dan Ketegangan Geopolitik

- Rabu, 27 Mei 2026 | 04:50 WIB
Harga Emas Anjlok Lebih dari 1 Persen Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS dan Ketegangan Geopolitik
PARADAPOS.COM - Harga emas dunia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Selasa waktu setempat, merosot lebih dari satu persen. Pelemahan ini dipicu oleh spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat tahun ini, setelah serangan militer AS di Iran kembali memicu ketegangan geopolitik. Situasi tersebut tidak hanya meredam harapan akan kesepakatan perdamaian, tetapi juga mendorong lonjakan harga minyak dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi global.

Anjlok ke Level USD4.511

Berdasarkan data pasar, harga emas spot terkoreksi 1,3 persen ke level USD4.511,23 per troy ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni tercatat melemah 0,2 persen menjadi USD4.513,90 per troy ons. Penurunan ini terjadi di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Pasar obligasi kini memperkirakan langkah selanjutnya dari Federal Reserve akan berupa kenaikan suku bunga. Kondisi ini menjadi angin buruk bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Saat ini, pasar bahkan sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Kevin Warsh baru saja dilantik sebagai kepala Federal Reserve pada Jumat lalu. Pelantikan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral akan segera mengambil langkah untuk memperketat kebijakan moneternya. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia ini kesulitan bersaing dalam lingkungan suku bunga yang tinggi.

Kenaikan Harga Minyak Memicu Inflasi

Dari sisi lain, harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari empat persen. Ketidakpastian masih menyelimuti prospek negosiasi antara AS dan Iran, termasuk kapan arus pengiriman melalui Selat Hormuz akan kembali normal. Lonjakan harga minyak ini berpotensi memicu inflasi karena produsen cenderung meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen. “Rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS pada Kamis akan dipantau secara cermat oleh pasar untuk mengukur tekanan inflasi dan jalur kebijakan moneter The Fed di masa mendatang,” ujar seorang analis pasar. Sementara itu, UBS telah menurunkan target harga emas akhir tahun sebesar USD400 menjadi USD5.500. Keputusan ini didasarkan pada risiko yang terus berlanjut akibat imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat.

Logam Mulia Lain Ikut Tertekan

Tekanan juga terasa di pasar logam mulia lainnya. Harga perak spot turun sebanyak 2,3 persen menjadi USD76,27 per troy ons. Platinum kehilangan 1,3 persen menjadi USD1.942,56, sementara paladium turun 1,3 persen menjadi USD1.379,54. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar