BNPT Gelar Kemah Bela Negara di Garut, Antisipasi Rekrutmen Radikal Lewat Media Sosial dan Game Online

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:00 WIB
BNPT Gelar Kemah Bela Negara di Garut, Antisipasi Rekrutmen Radikal Lewat Media Sosial dan Game Online
PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kemah bela negara di Garut, Jawa Barat, pada 8-10 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti 100 pelajar ini merupakan respons terhadap perubahan pola penyebaran paham radikal dan terorisme yang kini memanfaatkan media sosial serta permainan daring (game online). BNPT menggandeng Jaga Tunas Indonesia dalam acara yang berlangsung di Kabupaten Garut tersebut.

Pembekalan untuk Generasi Muda

Para peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa se-Kabupaten Garut mendapatkan materi tentang wawasan kebangsaan, bela negara, literasi digital, keamanan bermedia sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tidak hanya duduk di dalam ruangan, mereka juga turun langsung ke lapangan mengikuti aksi sosial. Kegiatan itu meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, dan penanaman pohon di kawasan daerah aliran sungai. Suasana di lokasi kemah terlihat semarak. Para pelajar tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat diskusi tentang bahaya radikalisme di dunia maya. Beberapa di antara mereka bahkan aktif bertanya tentang cara mengenali konten radikal yang kerap muncul di linimasa media sosial.

Ancaman di Era Digital

Kepala BNPT Eddy Hartono menjelaskan bahwa pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran potensial penyebaran paham radikal melalui internet. Menurutnya, kelompok ini perlu mendapatkan penguatan literasi digital, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berpikir kritis. "Kenapa pesertanya ada dari SMP, SMA dan mahasiswa? Karena di era digital sekarang yang menjadi sasaran rekrutmen jaringan terorisme adalah anak-anak dan pemuda, jadi kita bangun kesiapsiagaan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026). Eddy menambahkan bahwa ruang digital kini menjadi sarana yang efektif bagi kelompok teroris untuk menjalankan tiga aktivitas utama: propaganda, rekrutmen, dan penggalangan pendanaan. Ia juga mengingatkan bahwa proses rekrutmen saat ini sering berlangsung secara terselubung dan bertahap. "Ketiga kegiatan ini dilakukan oleh jaringan terorisme di ruang digital, baik sosial media maupun game online," tuturnya.

Peran Strategis Generasi Muda

Di tempat yang sama, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa tantangan di ruang digital semakin kompleks dan membutuhkan kewaspadaan kolektif. "NKRI bukan warisan yang datang dengan sendirinya. NKRI adalah wujud komitmen, keseriusan, dan kesepakatan luhur dari para pendiri bangsa yang tangguh dari berbagai latar belakang pendidikan, bahasa, hingga agama. Tugas generasi muda adalah merawatnya," tegas Bupati Garut. Melalui kegiatan ini, BNPT mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap penyebaran paham radikal, intoleransi, dan ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat mengarah pada terorisme. Langkah ini dinilai penting mengingat pola rekrutmen kelompok radikal yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar