Topan Bavi Lumpuhkan Pulau Ishigaki, 14.000 Warga Taiwan Dievakuasi

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:50 WIB
Topan Bavi Lumpuhkan Pulau Ishigaki, 14.000 Warga Taiwan Dievakuasi
PARADAPOS.COM - Topan Bavi menerjang gugusan Kepulauan Sakishima di Jepang selatan pada Sabtu, 11 Juli 2026, membawa hujan deras dan angin kencang sebelum bergerak menuju Taiwan dan pesisir timur Tiongkok. Badai ini memicu peringatan dini dari otoritas Jepang terkait potensi banjir dan tanah longsor di wilayah terdampak. Dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 144 kilometer per jam dan hembusan yang diperkirakan bisa menyentuh 198 kilometer per jam, topan ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga dan infrastruktur di sepanjang jalurnya.

Dampak di Jepang: Pulau Ishigaki Lumpuh

Di Pulau Ishigaki, Prefektur Okinawa, suasana mencekam terlihat jelas. Puing-puing kecil beterbangan di jalanan yang nyaris sepi, sementara hanya sedikit kendaraan yang nekat melaju di tengah guyuran hujan deras dan terjangan angin kencang. Perahu-perahu yang bersandar di pelabuhan setempat tampak bergoyang hebat, tak kuasa melawan gelombang dan arus kuat yang dipicu oleh badai. Badan meteorologi Jepang melaporkan bahwa kekuatan Topan Bavi tidak bisa dianggap remeh. Angin berkelanjutan di sekitar pusat badai tercatat sangat dahsyat, dan hembusan yang lebih kencang lagi diprediksi akan menyusul. Sebagai langkah antisipasi, seluruh penerbangan dan layanan feri menuju serta dari Pulau Ishigaki, yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Jepang, dihentikan total sepanjang Sabtu.

Taiwan Bersiap: Evakuasi Massal dan Pembatalan Penerbangan

Sementara itu, di Taiwan, pemerintah tidak tinggal diam. Lebih dari 14.000 warga dievakuasi, terutama dari wilayah pegunungan di bagian utara dan timur pulau, menjelang kedatangan Bavi. Meskipun topan ini diperkirakan tidak akan mendarat langsung di daratan utama Taiwan, otoritas setempat tetap mengambil langkah maksimal. Beberapa wilayah diprediksi akan menerima curah hujan yang mendekati satu meter, sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan. "Kami memprioritaskan keselamatan warga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir," ujar seorang pejabat setempat. Sebagian besar dari ribuan warga yang dievakuasi memang berasal dari zona-zona berisiko tinggi tersebut. Dampak topan juga melumpuhkan sektor transportasi. Sebanyak 917 penerbangan internasional dan seluruh 274 penerbangan domestik dibatalkan. Hampir semua kota dan kabupaten di Taiwan menetapkan hari libur topan pada Sabtu, yang otomatis menutup sekolah dan perkantoran yang seharusnya beroperasi di akhir pekan. Layanan kereta cepat utama yang menghubungkan utara dan selatan Taiwan memang masih berjalan, namun frekuensinya dikurangi secara signifikan. Di ibu kota Taipei, hujan dan angin kencang masih terasa. Meski demikian, sebagian warga tetap terlihat beraktivitas di luar rumah, menunjukkan bahwa meskipun waspada, kehidupan tidak sepenuhnya berhenti.

Ancaman ke Tiongkok: Wenzhou di Garis Depan

Setelah melewati wilayah timur laut Taiwan, Topan Bavi diprediksi akan menghantam Kota Wenzhou di pesisir timur Tiongkok pada Minggu pagi. Kota yang dihuni sekitar 10 juta penduduk ini bersiap menghadapi kedatangan badai. Dengan pengalaman menghadapi topan-topan sebelumnya, otoritas setempat kemungkinan besar sudah menyiapkan rencana kontingensi untuk meminimalkan korban dan kerusakan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar