PARADAPOS.COM - Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin untuk kembali menjadi pribadi yang lebih bersih, ikhlas, dan dekat dengan Sang Pencipta. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah mengidentifikasi enam lokasi yang dikenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa selama menjalankan ibadah haji. Tempat-tempat ini tersebar di berbagai titik, mulai dari area sekitar Ka'bah hingga Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang masing-masing memiliki keutamaan dan sejarah tersendiri berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.
1. Multazam: Titik Melekatnya Doa
Multazam adalah bagian dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk memanjatkan permohonan. Banyak jemaah terlihat menempelkan dada, wajah, dan kedua tangan mereka ke dinding tersebut, larut dalam munajat.
Kata Multazam sendiri berasal dari bahasa Arab “iltazam” yang berarti “melekat atau berpegang erat”. Hal ini merujuk pada praktik yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
“Aku melihat Rasulullah SAW menempelkan wajah dan dadanya di Multazam.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan lainnya)
2. Hijr Ismail: Bagian dari Rumah Suci
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran yang dibatasi tembok rendah di samping Ka'bah. Secara historis, tempat ini merupakan bagian dari bangunan asli Ka'bah. Karena statusnya itu, salat dan doa yang dikerjakan di sini memiliki keutamaan yang besar.
Banyak jemaah memanfaatkan area ini untuk melaksanakan salat sunah dan memperbanyak doa, meyakini bahwa setiap permohonan yang dipanjatkan di tempat yang termasuk dalam wilayah Baitullah akan lebih cepat dikabulkan.
“Jika engkau ingin masuk ke dalam Ka'bah maka salatlah di Hijr, karena ia termasuk bagian dari Ka'bah.” (HR. Tirmidzi)
3. Saat Tawaf: Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Tawaf merupakan salah satu ibadah inti dalam rangkaian haji dan umrah. Selama mengelilingi Ka'bah, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan membaca Al-Qur'an. Namun, ada satu titik yang sangat dianjurkan untuk berdoa, yaitu di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Di tempat inilah Rasulullah SAW sering melafalkan doa yang sangat populer di kalangan umat Islam:
“Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar” (HR. Abu Dawud)
4. Padang Arafah: Puncak Segala Doa
Padang Arafah menjadi puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling utama, dan hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Suasana di padang yang luas ini sangat emosional; jutaan jemaah berkumpul, khusyuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)
Momen ini menjadi kesempatan besar bagi setiap jemaah untuk meraih ampunan dosa dan memperbaiki kehidupan. Banyak yang meneteskan air mata, merasakan kedekatan yang tak tergantikan dengan Sang Khalik.
5. Muzdalifah: Malam Penuh Muhasabah
Setelah meninggalkan Arafah, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengumpulkan batu untuk melempar jumrah. Di tempat ini, Rasulullah SAW juga memberikan contoh untuk memperbanyak zikir dan doa.
“Kemudian beliau berhenti di Masy’aril Haram, lalu berdoa, bertakbir, bertahlil dan mentauhidkan Allah.” (HR. Muslim)
Suasana malam di Muzdalifah yang tenang dan sunyi sering dimanfaatkan jemaah untuk bermuhasabah, merenungi perjalanan hidup, dan memperbanyak istigfar.
6. Mina: Doa Setelah Melempar Jumrah
Di Mina, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ibadah melempar jumrah bukan sekadar ritual fisik. Setelah melempar jumrah Ula (pertama) dan Wustha (kedua), beliau berdiri lama menghadap kiblat sambil berdoa.
“Setelah melempar jumrah pertama dan kedua, beliau berdiri lama menghadap kiblat sambil berdoa.” (HR. Bukhari)
Hal ini menunjukkan bahwa setiap lemparan batu adalah simbol perlawanan terhadap godaan setan, dan setelahnya justru menjadi momen untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PT KCN Salurkan 33 Hewan Kurban ke Masyarakat Cilincing dan Marunda Jelang Iduladha
Tahap Akhir Seleksi Mitra Statistik BPS 2026: Peserta Lolos Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3-5 Juta per Bulan
Bareskrim Musnahkan 19,4 Kg Sabu Hasil Penggagalan Peredaran Narkotika di Riau
JICT Salurkan 44 Ekor Sapi Kurban ke Masyarakat Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok