Sejumlah Menteri dan Pejabat Tinggi Gelar Salat Idulfitri di Kantor Pajak

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:00 WIB
Sejumlah Menteri dan Pejabat Tinggi Gelar Salat Idulfitri di Kantor Pajak

PARADAPOS.COM - Sejumlah pejabat tinggi negara melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H secara berjamaah di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/3/2026). Ibadah yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat eselon I ini berlangsung khidmat, mengawali perayaan hari raya dengan nuansa kebersamaan dan kesederhanaan di lingkungan instansi pemerintah.

Khidmatnya Salat Id di Lingkungan Kementerian Keuangan

Suasana pagi di kawasan Gatot Subroto itu diwarnai oleh kekhusyukan jamaah yang memadati Masjid Salahuddin. Salat Id tidak hanya diikuti oleh para pejabat, tetapi juga oleh para pegawai Kementerian Keuangan serta masyarakat setempat. Kehadiran sejumlah nama besar dalam kabinet dalam satu barisan shaf mencerminkan momentum silaturahmi sekaligus keteladanan di hari yang fitri.

Di antara jamaah yang hadir terpantau Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Mereka hadir bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto juga turut memimpin dan menyambut tamu-tamu terhormat tersebut di kantornya.

Penegasan Menkeu Soal Tradisi Open House

Menjelang hari raya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan sinyal kuat mengenai penyederhanaan perayaan. Usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden di Istana pada Kamis (19/3), Purbaya menyatakan akan menunaikan Salat Id di lingkungan kantornya.

“Saya di pajak, kantor pusat pajak,” tuturnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai rencana penyelenggaraan open house yang kerap menjadi tradisi pejabat, Purbaya dengan tegas menyatakan tidak akan mengadakannya tahun ini.

“Oh, enggak ada kayaknya,” jelasnya.

Pernyataan itu ia sampaikan dengan menyebut adanya pembatasan terkait aktivitas tersebut. Meski ada wacana bahwa open house sederhana masih diperkenankan, Purbaya memilih untuk bersikap hati-hati dan konsisten dengan komitmen penyederhanaan.

“Enggak boleh katanya open house, enggak boleh,” ucapnya menegaskan.

Keputusannya ini juga berlaku untuk lingkungan Kementerian Keuangan secara keseluruhan, menegaskan pola kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan dan keselarasan dengan semangat hari raya yang hakiki.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar