PT Temas Tbk Bagikan Dividen Rp228 Miliar, Laba Bersih Tertekan Penurunan 23 Persen

- Selasa, 02 Juni 2026 | 04:50 WIB
PT Temas Tbk Bagikan Dividen Rp228 Miliar, Laba Bersih Tertekan Penurunan 23 Persen
PARADAPOS.COM - PT Temas Tbk. (TMAS) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp228 miliar atau Rp4 per saham kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 2 Juni 2026, di Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 40 persen dari laba bersih perseroan pada tahun lalu, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap imbal hasil bagi investor di tengah dinamika industri pelayaran nasional.

Kebijakan Dividen dan Kinerja Keuangan

Direktur Utama Temas, Ricky Effendi, menjelaskan bahwa perseroan memiliki kebijakan untuk membagikan dividen kas minimal satu kali dalam setahun. Ia menegaskan, rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih tahun berjalan ditetapkan sebesar 30 persen apabila laba bersih melebihi Rp30 miliar. “Untuk tahun buku 2025, besaran dividen telah mendapat persetujuan RUPST,” ujarnya dalam paparan publik usai rapat, Selasa (2/6/2026). Sepanjang 2025, TMAS membukukan pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun. Angka ini naik tipis 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pendapatan domestik yang mencapai Rp4,13 triliun, tumbuh 2,5 persen dari Rp4,03 triliun pada 2024. Namun, laba bersih perseroan justru tercatat sebesar Rp553 miliar pada 2025, turun 23,3 persen dibandingkan Rp722 miliar pada tahun sebelumnya. Ricky mengungkapkan, penurunan ini dipengaruhi oleh tidak adanya laba pelepasan aset tetap yang signifikan seperti yang terjadi pada 2024. Selain itu, volatilitas harga bahan bakar bunker turut menekan margin kotor perseroan, yang turun menjadi Rp797 miliar dari Rp900 miliar.

Ekspansi Armada dan Optimisme ke Depan

Meskipun laba menurun, posisi keuangan TMAS justru menunjukkan penguatan. Total aset perseroan meningkat 19,9 persen menjadi Rp5,29 triliun pada akhir 2025, dibandingkan Rp4,41 triliun pada akhir 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap agresif dalam ekspansi meskipun menghadapi tekanan margin. Ricky menyampaikan optimisme perseroan menghadapi tahun 2026. Sepanjang 2025, TMAS menambah secara neto tujuh armada kapal baru, yang mendorong peningkatan kapasitas angkut sebesar 17 persen. “Menghadapi tahun 2026, perseroan optimistis dalam meneruskan pilar strategi yang telah dicanangkan. Berbagai langkah strategis seperti penambahan dan peremajaan armada baru serta pengembangan kapal ramah lingkungan terus dilanjutkan,” katanya. Hingga akhir 2025, TMAS mengoperasikan 57 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 28.542 TEUs dan bobot mati (deadweight tonnage/DWT) sebesar 464.701 ton. Tidak hanya itu, perseroan juga memiliki lebih dari 40.000 unit peti kemas yang mendukung operasional logistik nasional.

Modernisasi Armada dan Jangkauan Layanan

Kualitas armada juga terus ditingkatkan. Rata-rata usia kapal berhasil ditekan dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024, dan kembali turun menjadi 13 tahun pada 2025. Ini menunjukkan komitmen perseroan dalam modernisasi armada untuk meningkatkan efisiensi operasional. Saat ini, jaringan layanan TMAS menjangkau 68 pelabuhan yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Hal ini memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu operator pelayaran domestik terintegrasi di Tanah Air, yang siap menghadapi tantangan sekaligus peluang di tahun mendatang.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini