Program Sekolah Gratis Banten Dorong Lonjakan Siswa Baru di Sekolah Swasta

- Selasa, 02 Juni 2026 | 22:25 WIB
Program Sekolah Gratis Banten Dorong Lonjakan Siswa Baru di Sekolah Swasta

PARADAPOS.COM - Program Sekolah Gratis (PSG) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Banten mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Gubernur Banten Andra Soni, saat meninjau langsung pelaksanaan program di SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa (2/6/2026), mengungkapkan bahwa inisiatif ini berhasil mendongkrak minat siswa terhadap sekolah swasta. Program yang dirancang untuk menyetarakan akses pendidikan ini tidak hanya mengatasi masalah kuota, tetapi juga memberikan kepastian pembiayaan bagi sekolah-sekolah yang telah bermitra dengan pemerintah daerah.

Dampak Nyata di Sekolah Swasta

Kepala SMA PGRI 56 Ciputat, Buyung Tarmidzi, memberikan gambaran konkret mengenai perubahan yang terjadi. Ia menuturkan bahwa sebelum adanya program tersebut, jumlah pendaftar di sekolahnya tergolong minim. “Sebelum adanya program itu, jumlah siswa yang mendaftar di sini lebih sedikit, di angka 60 siswa. Namun, setelah adanya PSG tahun lalu, jumlahnya meningkat menjadi 90 siswa untuk kelas X. Total siswa kami saat ini, termasuk kelas XI, mencapai 146 orang,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Buyung, lonjakan jumlah siswa ini sebagian besar berasal dari calon peserta didik yang tidak tertampung di SMAN 1 dan SMAN 5 Ciputat. Ia pun optimistis bahwa perluasan PSG pada tahun kedua—yang kini menyasar kelas XI—akan menjadi motivasi besar bagi para tenaga pendidik.

“Sehingga kualitas sekolah swasta ke depan akan setara dengan sekolah negeri,” pungkas Buyung, menekankan harapannya terhadap dampak jangka panjang program tersebut.

Kepastian Pembiayaan dan Dampak Berganda

Andra Soni menjelaskan bahwa melalui program ini, sekolah swasta tidak lagi dihantui oleh kendala klasik seperti kuota siswa yang sepi dan biaya iuran yang memberatkan. Sekolah-sekolah yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Banten kini mendapatkan kepastian pembiayaan langsung dari anggaran daerah.

Lebih dari sekadar menambah jumlah siswa, Gubernur Banten itu menyoroti efek domino positif dari kebijakan ini. Bertambahnya jumlah siswa secara otomatis akan meningkatkan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima pihak sekolah. Ia berharap dana segar tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melengkapi sarana dan prasarana pendidikan.

“Termasuk juga untuk meningkatkan kesejahteraan para gurunya,” imbuh Andra, menambahkan dimensi kesejahteraan tenaga pengajar dalam visi program ini.

Komitmen Pendidikan yang Berkeadilan

Dalam kesempatan yang sama, Andra Soni menegaskan bahwa Program Sekolah Gratis bukanlah sekadar proyek seremonial. Ia menyebutnya sebagai upaya nyata Pemprov Banten dalam memberikan layanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pendidikan adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Program Sekolah Gratis ini hadir untuk memberikan pelayanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat Banten,” ujarnya, menegaskan kembali komitmennya di hadapan para pendidik dan pengelola sekolah.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar