PARADAPOS.COM - Petualangan Putri Kusuma Wardani di Polytron Indonesia Open 2026 harus berakhir di babak perempat final. Tunggal putri Indonesia itu takluk dari peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Chen Yu Fei, dengan skor 13-21 dan 20-22 di Istora Senayan, Jakarta. Yang membuat kekalahan ini terasa pahit, Putri sempat berada di ambang kemenangan saat unggul 17-9 di gim kedua, namun kehilangan momentum dan akhirnya menyerah dalam pertarungan sengit.
Putri KW Akui Terburu-buru di Momen Krusial
Usai pertandingan, suasana di area mixed zone tampak hening. Putri masih berusaha mencerna jalannya laga yang berbalik drastis. Ia mengaku cukup puas dengan pola permainan yang ditampilkan, namun menyesali keputusan-keputusan yang diambil pada poin-poin krusial di penghujung gim kedua.
"Sebenarnya cukup puas dengan permainan saya dan cara bermainnya. Tapi memang di gim kedua saya sudah unggul cukup jauh. Yang membuat kecewa, sedikit lagi saya bisa memaksakan rubber game dan punya kesempatan menang. Namun di poin 18 saya malah jadi terburu-buru," ujar Putri.
Menurutnya, saat kedudukan memasuki fase setting, ia justru terlalu mempercepat tempo permainan. Padahal sebagian besar poin yang diraihnya sepanjang pertandingan berasal dari reli panjang.
"Kalau Chen Yu Fei diajak bermain cepat, tangannya masih bisa meng-cover. Sebetulnya saya banyak mendapatkan poin dari reli-reli panjang. Sayangnya di saat-saat penting saya malah terburu-buru," lanjutnya.
Sempat Unggul 17-9, Momentum Berbalik ke Chen Yu Fei
Pada gim kedua, penampilan Putri sangat meyakinkan. Ia berhasil membuka jarak hingga delapan poin saat memimpin 17-9. Sorak sorai penonton yang memadati Istora semakin membuncah, seolah memberi energi tambahan bagi pemain tuan rumah. Peluang memaksakan gim penentuan terbuka lebar.
Namun, Chen Yu Fei menunjukkan mental juara yang membawanya meraih medali emas Olimpiade Tokyo. Perlahan tetapi pasti, pemain asal Tiongkok tersebut memangkas ketertinggalan. Dari 16-18, ia terus mendekat hingga akhirnya menyamakan kedudukan. Suasana di tribun berubah tegang.
Saat skor memasuki setting 20-20, Chen tampil lebih tenang dalam mengelola tekanan. Ia sukses merebut dua poin beruntun untuk menutup pertandingan dan memastikan kemenangan. Putri hanya bisa terdiam, kecewa karena keunggulan besar sirna begitu saja.
Chen Yu Fei Tunjukkan Mental Juara
Putri mengakui salah satu kekuatan terbesar Chen Yu Fei adalah kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan. Meski tertinggal cukup jauh, mantan juara dunia itu tetap bermain konsisten dan terus berusaha mengejar satu poin demi satu poin tanpa kehilangan konsentrasi.
"Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya. Saat tertinggal, dia tetap berusaha mendapatkan satu poin demi satu poin. Walaupun ketinggalan cukup jauh, fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat," kata Putri.
Sebaliknya, Putri merasa masih perlu memperbaiki kemampuannya dalam mengelola situasi ketika pertandingan memasuki fase-fase krusial. Ia mengakui bahwa tekanan di poin-poin akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Fokus Benahi Fisik dan Mental Jelang Japan Open 2026
Meski gagal melangkah ke semifinal Indonesia Open 2026, Putri mengambil banyak pelajaran berharga dari pertandingan tersebut. Pemain ranking atas Indonesia itu bertekad segera memperbaiki sejumlah aspek permainan sebelum menghadapi turnamen berikutnya, yakni Japan Open 2026.
Menurut Putri, ketahanan fisik dan pola pikir saat bertanding menjadi dua aspek utama yang harus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan pemain-pemain elite dunia.
"Saya merasa yang harus ditingkatkan lagi adalah fisik dan cara berpikirnya. Menjaga fokus di lapangan benar-benar menguras tenaga. Melawan pemain Top 4 dunia, kita tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketika sudah menemukan celah untuk unggul melawan pemain kelas dunia, momentum tersebut harus dijaga hingga pertandingan berakhir. Pengalaman melawan Chen Yu Fei menjadi pelajaran berharga untuk turnamen-turnamen selanjutnya.
Chen Yu Fei Hadapi An Se Young di Semifinal
Berkat kemenangan tersebut, Chen Yu Fei melaju ke babak semifinal Indonesia Open 2026. Di empat besar, pebulu tangkis asal Tiongkok itu sudah ditunggu rival berat sekaligus salah satu musuh bebuyutannya, An Se Young dari Korea Selatan. Pertemuan dua pemain elite dunia tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak semifinal Indonesia Open 2026.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mantan Wamenaker Noel Peringatkan Prabowo soal Ancaman Eskalasi Politik dan 98 Jilid 2
Trump Diduga Telepon Sara Netanyahu untuk Cegah Serangan ke Lebanon
Seniman Guadalajara Sulap Tong Tequila Jadi Karya Seni Bertema Piala Dunia 2026
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp68.000 per Kilogram, Telur Ayam Bertahan di Rp28.500