Pungli Ratusan Juta di SDN 021 Tarai Bangun Terbongkar Bermula dari Guru Banting Nasi Kotak

- Selasa, 18 November 2025 | 09:25 WIB
Pungli Ratusan Juta di SDN 021 Tarai Bangun Terbongkar Bermula dari Guru Banting Nasi Kotak

Pungli Ratusan Juta di SDN 021 Tarai Bangun Terungkap Berkat Kasus Guru Banting Nasi Kotak

Sebuah kasus pungutan liar (pungli) bernilai ratusan juta rupiah di SD Negeri 021 Tarai Bangun, Kabupaten Kampar, Riau, akhirnya terungkap. Pengungkapan ini berawal dari insiden viral seorang guru honorer yang membanting nasi kotak di area sekolah.

Insiden Pembantingan Nasi Kotak yang Membuka Kotak Pandora

Insiden ini terjadi pada Senin, 10 November 2025, ketika guru honorer berinisial YH melakukan aksi pembantingan nasi kotak di halaman sekolah. Kejadian ini berlangsung usai kegiatan sosialisasi anti-perundungan yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri Kampar bersama Dinas Pendidikan setempat.

Dalam video yang viral, terlihat sejumlah siswa menyaksikan suasana tegang tersebut. YH menjelaskan bahwa tindakannya dipicu perbedaan pendapat mengenai cara pendistribusian nasi kotak. Ia mengusulkan pembagian dilakukan di dalam kelas untuk keteraturan, sementara guru lain mendesak pembagian langsung.

Protes Wali Murid dan Terungkapnya Pungli

Dua hari kemudian, Rabu 12 November 2025, ratusan orang tua dan siswa melakukan demonstrasi yang awalnya menuntut penindakan terhadap guru pembanting nasi kotak. Namun, protes ini berkembang menjadi pengaduan dugaan pungli yang telah berlangsung lama.

Para wali murid mengungkapkan berbagai jenis pungutan tidak resmi, termasuk:

  • Iuran tanah timbun: Rp 50.000 per orang tua
  • Iuran penghijauan: Rp 35.000 per siswa
  • Potongan Program Indonesia Pintar (PIP): Rp 50.000
  • Pembelian buku Tes Kemampuan Akademik (TKA)
  • Uang masuk sekolah tanpa kwitansi dengan nominal berbeda tiap anak
  • Biaya seragam siswa baru antara Rp 1 juta – Rp 3 juta

Seorang wali murid mengungkapkan bahwa total pungutan bisa mencapai ratusan juta rupiah mengingat jumlah siswa mencapai 1.000 orang. Wali murid lain, Elnawati, menegaskan bahwa pungutan tersebut tidak pernah melalui mekanisme rapat komite yang transparan.

Dampak: Kepala Sekolah Dicopot dan Guru Diberhentikan

Menanggapi protes besar-besaran ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar mengambil tindakan tegas. Kepala Disdik Kampar, Siti, mengumumkan pencopotan Kepala Sekolah Aspinawati Harahap dari jabatannya karena dinilai menjalankan kepemimpinan yang arogan dan tidak transparan.

Tidak hanya kepala sekolah, dua guru honorer juga diberhentikan:

  • Yon Hendri (YH) - guru yang viral membanting nasi kotak
  • Reza Arya Putra - guru honorer lain yang terseret dalam persoalan internal

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN 021 Tarai Bangun memiliki 995 siswa. Pada tahun 2025, terdapat 226 penerima PIP dengan total dana Rp 75.825.000.

Kasus di SDN 021 Tarai Bangun ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi pengelolaan sekolah dan akuntabilitas dalam penggunaan dana pendidikan. Insiden pembantingan nasi kotak hanyalah pemicu yang membuka masalah sistemik yang lebih besar dalam dunia pendidikan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar