Rupiah Tembus Rp18.039, Rocky Gerung Sorot Chatib Basri sebagai Kandidat Ideal Gantikan Sri Mulyani

- Jumat, 05 Juni 2026 | 13:00 WIB
Rupiah Tembus Rp18.039, Rocky Gerung Sorot Chatib Basri sebagai Kandidat Ideal Gantikan Sri Mulyani

PARADAPOS.COM - Nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.039 per Dolar AS memicu kembali spekulasi soal pergantian Menteri Keuangan. Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menyoroti nama ekonom senior Chatib Basri sebagai figur yang dinilai ideal untuk menduduki posisi yang saat ini diemban Sri Mulyani Indrawati. Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam diskusi bersama jurnalis Hersubeno Arief di kanal YouTube Hersubeno Point, Jumat (5/6/2026).

Menurut Rocky, keresahan publik terhadap kondisi ekonomi nasional kian nyata. Pelemahan rupiah yang terus berlanjut, menurutnya, bukan sekadar persoalan angka di pasar valas, melainkan cerminan dari menurunnya kepercayaan terhadap arah kebijakan fiskal. Ia menilai situasi ini mendorong banyak pihak untuk mencari figur yang dinilai mampu membawa angin segar bagi perekonomian.

"Banyak orang yang cemas dengan ekonomi Indonesia dan menginginkan ada kepastian. Nama Chatib Basri sudah beredar cukup lama karena dianggap punya reputasi dan kemampuan yang dibutuhkan," kata Rocky.

Dalam pandangannya, Menteri Keuangan memegang peran yang jauh lebih luas dari sekadar mengelola anggaran negara. Posisi itu, jelasnya, menjadi etalase ekonomi Indonesia di mata investor global. Seorang menteri keuangan, lanjut Rocky, harus bisa mengirimkan sinyal positif ke pasar tanpa terjebak pada kepentingan politik jangka pendek yang kerap mengaburkan arah kebijakan.

Chatib Basri Dinilai Punya Reputasi Internasional

Rocky kemudian mengulas rekam jejak Chatib Basri yang pernah menjabat Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya itu, Chatib juga aktif di forum-forum ekonomi internasional dan memiliki pengalaman akademik di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat.

Yang menarik perhatian Rocky bukan semata kemampuan teknis Chatib di bidang ekonomi. Lebih dari itu, ia menilai Chatib memiliki pemahaman yang utuh tentang hubungan antara ekonomi, politik, dan keadilan sosial—sebuah kombinasi yang jarang dimiliki oleh teknokrat murni.

"Chatib Basri mengerti political economy analysis, bukan sekadar ekonomi moneter. Itu penting karena ekonomi tidak hanya soal angka dan model, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik," ujarnya.

Ia menambahkan, reputasi internasional yang dimiliki Chatib bisa menjadi modal berharga untuk memulihkan keyakinan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, figur dengan jejaring dan kredibilitas global dinilai lebih mampu meyakinkan pasar.

Tantangan Besar Menteri Keuangan

Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengingatkan bahwa siapa pun yang duduk di kursi Menteri Keuangan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pelemahan kepercayaan pasar, menurutnya, tidak bisa diatasi hanya dengan instrumen moneter semata.

Kondisi fiskal negara dan dinamika politik, kata Rocky, menjadi dua variabel yang sama pentingnya dalam membentuk persepsi investor. Ia mencontohkan bagaimana konsistensi kebijakan dan dukungan politik yang memadai kerap menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas ekonomi.

"Menjaga fiskal itu bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal politik. Investor melihat apakah kebijakan pemerintah konsisten dan mampu dijalankan dengan dukungan politik yang memadai," katanya.

Karena itu, Rocky menekankan bahwa Menteri Keuangan harus memiliki determinasi yang kuat. Bukan hanya dalam menyusun kebijakan, tetapi juga dalam menghadapi tekanan dari berbagai arah—baik dari parlemen, kementerian lain, maupun pasar yang terus bergerak dinamis.

Dukungan Politik Jadi Faktor Kunci

Meski optimistis terhadap kapasitas Chatib Basri, Rocky tidak menutup mata terhadap realitas politik yang kerap menjadi batu sandungan. Menurutnya, kompetensi teknis saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan dukungan politik yang solid.

Seorang Menteri Keuangan, jelas Rocky, membutuhkan legitimasi yang kuat agar bisa bernegosiasi dengan kementerian lain, menghadapi dinamika di DPR, dan pada saat yang sama menjaga kredibilitas kebijakan pemerintah di mata publik.

"Isu utama bukan hanya kemampuan membuat model ekonomi. Yang lebih penting adalah kepercayaan publik terhadap Menteri Keuangan secara personal dan kepercayaan investor terhadap konsistensi kebijakan pemerintah," ujarnya.

Di tengah berbagai spekulasi yang terus berkembang, Rocky menilai Indonesia saat ini membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki reputasi bersih dan kemampuan teknokratis, tetapi juga keberanian mengambil keputusan. Menurutnya, publik sedang menanti langkah-langkah nyata yang mampu menjawab kegelisahan ekonomi sekaligus memberikan arah yang lebih jelas bagi masa depan Indonesia.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar