Konflik Iran-AS Memasuki Hari Ke-100, CENTCOM Klaim Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz

- Minggu, 07 Juni 2026 | 19:50 WIB
Konflik Iran-AS Memasuki Hari Ke-100, CENTCOM Klaim Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz
PARADAPOS.COM - Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat telah memasuki hari ke-100 pada Minggu (7/6) tanpa adanya titik terang menuju penyelesaian permanen. Di tengah kebuntuan diplomatik, ketegangan justru meningkat di perairan strategis Selat Hormuz, di mana Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengklaim telah menembak jatuh dua drone Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran internasional.

Klaim Militer AS di Selat Hormuz

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform media sosial X, CENTCOM menyebutkan bahwa tindakan tersebut diambil sebagai langkah defensif. “Drone-drone itu mengancam lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Hanya beberapa jam sebelumnya, militer AS juga mengumumkan keberhasilan menghancurkan empat drone Iran lainnya. Tidak hanya itu, sejumlah lokasi radar pengawas pantai yang diduga menjadi bagian dari sistem pertahanan Iran turut menjadi sasaran penghancuran. Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana eskalasi militer masih terus berlangsung meskipun ada upaya diplomasi dari pihak ketiga.

Mediasi Pakistan yang Belum Membuahkan Hasil

Di tengah situasi yang memanas, Pakistan kembali mencoba mengambil peran sebagai penengah. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, tiba di Teheran pada Sabtu (6/6) dengan membawa surat khusus dari Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Syed Asim Munir. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Isi surat itu, menurut Naqvi, berkaitan erat dengan situasi konflik yang tengah berlangsung. “Saya kira ini adalah pesan yang sangat penting,” ujarnya kepada media Iran. Pernyataan ini disampaikan dengan nada hati-hati, seolah menyiratkan harapan sekaligus keraguan akan efektivitas langkah diplomatik tersebut. Namun, di lapangan, realitas berbicara lain. Peluang untuk mencapai kesepakatan damai masih terlihat sangat sulit. Ketegangan yang sudah menginjak usia lebih dari tiga bulan ini seolah menjadi pengingat bahwa konflik antara dua negara adidaya regional ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar