PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah dekat Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 07.40 waktu setempat. Guncangan dahsyat ini memicu kepanikan massal di Kota Davao, menyebabkan setidaknya satu bangunan roboh, dan memicu peringatan tsunami yang sempat meluas hingga ke sejumlah negara tetangga, termasuk Indonesia dan Australia. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah tidak terdeteksi adanya gelombang signifikan yang mengancam daratan.
Guncangan Hebat dan Bangunan Runtuh di Davao
Warga Kota Davao melaporkan guncangan yang sangat kuat saat gempa terjadi. Banyak dari mereka langsung berhamburan keluar dari rumah dan gedung perkantoran sebagai langkah evakuasi mandiri. Suasana mencekam langsung terasa di pusat kota.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen dramatis saat Gedung Plaza—yang diketahui menampung kantor LOVE Radio Gensan dan DZRH News FM—runtuh seketika. Dari rekaman tersebut, terdengar jelas jeritan ketakutan warga yang berada di jalan raya, hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. Awan debu tebal langsung menyelimuti udara, membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Peringatan Tsunami dan Respons Regional
Menyusul gempa bawah laut ini, otoritas Filipina segera mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan serupa juga sempat diberlakukan untuk sejumlah wilayah di pantai barat Amerika Serikat, Indonesia, Palau, Yap, Taiwan, dan Papua Nugini. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gelombang besar yang mungkin terbentuk.
Di Australia, Biro Meteorologi (BoM) melalui Pusat Peringatan Tsunami Gabungan Australia (JATWC) secara resmi mencabut status waspada pada pukul 10.38 pagi waktu setempat.
"Gempa bumi bawah laut berkekuatan 7,8 magnitudo terjadi pada pukul 09.37 AEST pada hari Senin, 8 Juni 2026 di dekat Mindanao, Filipina," demikian bunyi pernyataan resmi BoM.
"Tidak ada gelombang tsunami yang teramati yang menimbulkan ancaman bagi daratan, pulau, atau wilayah Australia," imbuh pernyataan tersebut.
Pihak Australia menegaskan bahwa tidak akan ada pembaruan lebih lanjut terkait peringatan ini, kecuali jika terjadi perubahan kondisi yang signifikan. Meski peringatan telah dicabut, kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga yang menyaksikan langsung reruntuhan dan merasakan getaran dahsyat di pagi hari itu.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mensesneg Bantah Isu Reshuffle Kabinet, Sebut Tak Ada Rencana Pergantian Menteri
TNI AD Bantah Tuduhan LGBT pada Prajurit Usai Pemeriksaan Menyeluruh
Presiden Prabowo Lantik Kepala BGN dan Penasihat Ketenagakerjaan Hari Ini, Mensesneg Bantah Isu Reshuffle Menkeu
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Lima Wilayah