PANI Yakin Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun Tercapai Meski BI Rate Naik ke 5,5 Persen

- Kamis, 11 Juni 2026 | 05:25 WIB
PANI Yakin Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun Tercapai Meski BI Rate Naik ke 5,5 Persen
PARADAPOS.COM - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menegaskan keyakinannya bahwa target pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp4,3 triliun hingga akhir 2026 tetap dapat tercapai, meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) telah naik menjadi 5,5 persen. Keyakinan ini disampaikan manajemen dalam Paparan Publik Expose Live 2026 pada Kamis (11/6/2026). Hingga Maret 2026, perusahaan telah membukukan marketing sales sebesar Rp968 miliar atau sekitar 23 persen dari target tahunan, dengan kontribusi terbesar dari segmen residensial.

Optimisme di Tengah Tekanan Suku Bunga

Kenaikan BI Rate menjadi 5,5 persen tidak lantas membuat PANI mengubah peta jalan bisnisnya. Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela, mengungkapkan bahwa jajaran direksi belum memiliki rencana untuk merevisi target, baik ke bawah maupun ke atas. "Jajaran direksi sampai saat detik ini belum ada niat untuk merevisi baik ke bawah atau ke atas target tahunan marketing sales. Kami masih berpatokan pada target yang akan dicapai sampai bulan Desember 2026 yaitu Rp4,3 triliun marketing sales yang akan ditopang dari penjualan rumah, ruko, rukan, dan juga kavling komersial," jelas Christy dalam kesempatan tersebut.

Strategi Diversifikasi Produk

Untuk mencapai target tersebut, PANI mengandalkan strategi diversifikasi yang kuat. Target pra penjualan sebesar Rp4,3 triliun sepanjang 2026 dirinci menjadi Rp2,54 triliun dari penjualan residensial, Rp788 miliar dari produk komersial, dan Rp975 miliar dari kavling tanah komersial. Direktur PANI, Yohannes Edmond Budiman, menambahkan bahwa realisasi penjualan properti memang tidak selalu merata di setiap kuartal. Hal ini sangat bergantung pada waktu peluncuran produk. Oleh karena itu, perseroan tidak memfokuskan diri pada satu segmen tertentu. "Masing-masing segmen memiliki karakteristik dan basis pelanggan yang spesifik atau khusus, sehingga strategi kami adalah menjaga keseimbangan penjualan di seluruh segmen tersebut sambil terus menyesuaikan dengan kondisi pasar dan permintaan yang berkembang," tuturnya.

Katalis Infrastruktur dan Kinerja Keuangan

Optimisme PANI juga didorong oleh rampungnya sejumlah proyek infrastruktur strategis di sekitar kawasan PIK 2. Keberadaan Tol Katara, misalnya, memangkas waktu tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta ke PIK 2 menjadi hanya 7 menit. Selain itu, operasional fasilitas MICE seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dinilai menjadi daya tarik utama yang meningkatkan nilai investasi kawasan. Dari sisi fundamental, posisi keuangan PANI terbilang solid. Perusahaan berada dalam status net cash dengan total aset mencapai Rp50 triliun. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 1.027 persen secara year-on-year menjadi Rp578 miliar. Angka ini menjadi bantalan yang kuat bagi perseroan untuk menjalankan strategi ekspansi dan pemasaran di tengah dinamika ekonomi makro.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar