PARADAPOS.COM - Jakarta, 13 Juni 2026. Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat elektronik, tantangan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) kian mendesak. Global E-waste Monitor 2022 mencatat 62 juta ton e-waste dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia, dengan 77,7 persen di antaranya belum didaur ulang secara benar. Di Indonesia, berdasarkan Global e-Waste Monitor 2024, timbunan e-waste mencapai 1,9 juta ton pada 2022, menjadikannya salah satu penghasil terbesar di Asia Tenggara. Menyikapi hal ini, Acer Indonesia kembali memperkuat gerakan keberlanjutan SayangBumi, kali ini dengan fokus pada dunia pendidikan.
Menggandeng 50 SMA di Jabodetabek
Pada tahun keenam pelaksanaannya, gerakan SayangBumi memilih sekolah sebagai pusat kegiatan. Alasannya, kepedulian lingkungan yang ditanamkan sejak usia muda dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bumi. Untuk itu, Acer menggandeng 50 SMA di wilayah Jabodetabek. Sekolah-sekolah ini tidak hanya diajak mengumpulkan e-waste di lingkungan masing-masing, tetapi juga menerima edukasi langsung melalui workshop yang akan menjangkau ribuan siswa sepanjang Juni hingga November 2026.
Lebih dari sekadar pengumpulan, setiap sekolah didorong untuk melahirkan perwakilan siswa yang akan menjadi penggerak nyata bagi rekan-rekannya lewat program SayangBumi Changemaker.
Perubahan Nyata dari Langkah Kolektif
“Selama enam tahun, SayangBumi telah membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah kolektif yang konsisten,” ujar President Director Acer Indonesia, Leny Ng, dalam keterangannya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia menjelaskan, tahun ini pihaknya memilih hadir di sekolah karena meyakini bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan kondisi bumi 20 hingga 30 tahun mendatang. “SayangBumi bukan sekadar program, ini undangan bagi anak-anak muda Indonesia untuk memimpin perubahan, bukan menunggu orang lain melakukannya,” tuturnya.
“Acer ingin melangkah dengan mendorong lebih banyak generasi muda untuk terlibat bersama dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab, dan di saat yang bersamaan juga membangun kesadaran bahwa langkah kecil bisa membawa dampak untuk bumi,” tambah Leny Ng.
Target 5 Ton E-Waste dan Peran Changemaker
Sejalan dengan semangat aksi nyata, Acer Indonesia menargetkan pengumpulan 5 ton e-waste sepanjang program berlangsung. Angka ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya yang mencapai 3 ton. Titik pengumpulan tersedia di 50 sekolah peserta, serta di sejumlah titik tambahan di wilayah Jabodetabek yang akan diumumkan secara bertahap.
Program ini terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi. Melalui program SayangBumi Changemaker, setiap sekolah peserta akan melahirkan 3 siswa terpilih, dengan total 150 orang siswa Changemaker dari seluruh Jabodetabek.
“Mereka bukan sekadar peserta workshop, mereka adalah duta siswa yang aktif menggerakkan ribuan rekan-rekannya untuk berpartisipasi dalam pengumpulan e-waste dan menyebarkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di komunitas sekolah masing-masing,” imbuh Leny Ng.
Kolaborasi dengan Mitra Daur Ulang Bersertifikasi
Dalam pelaksanaan SayangBumi tahun ini, Acer Indonesia bekerja sama dengan EwasteRJ, sebagai mitra edukasi sekaligus mitra daur ulang bersertifikasi. Selain mendukung pelaksanaan workshop dan kunjungan ke sekolah, EwasteRJ juga memastikan limbah elektronik diproses secara aman, sesuai standar, dan ramah lingkungan.
Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, mengapresiasi langkah Acer Indonesia. Menurutnya, komitmen mendorong pengumpulan e-waste yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus secara kolektif.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik, dan kolaborasi kami melalui SayangBumi ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai peduli lingkungan,” kata Rafa.
Gerakan Berkelanjutan Sejak 2021
Inisiatif SayangBumi merupakan gerakan keberlanjutan Acer Indonesia yang telah berjalan konsisten sejak 2021. Kegiatannya mencakup edukasi lingkungan, bersih-bersih pantai, pelatihan pelestarian lingkungan bagi pelajar, penanaman ribuan mangrove, pengumpulan dan pengelolaan e-waste, hingga penanaman ribuan bibit pohon.
Pada tahun sebelumnya, gerakan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste dan menanam 2.000 bibit pohon sebagai langkah konkret menekan jejak karbon dan mendukung pemulihan ekosistem. Rangkaian workshop dan pengumpulan e-waste berlangsung hingga November 2026. Informasi lengkap mengenai lokasi pengumpulan dan pembaruan program dapat diakses melalui laman resmi yang disediakan.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tujuh Jemaah Haji Bengkulu Masih di Tanah Suci, Tiga Orang Wafat
Polda Riau Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla saat Musim Kemarau Akibat El Nino
Keutamaan dan Niat Puasa Sunah 1 Muharam, Ibadah Paling Utama Setelah Ramadan
India Sukses Uji Tiga Rudal Pertahanan Berlapis, Termasuk Rudal Antikapal untuk Perkuat Pertahanan Maritim