Polisi Kerahkan 5.955 Personel Amankan Aksi Mahasiswa di Depan Gedung DPR

- Senin, 15 Juni 2026 | 04:50 WIB
Polisi Kerahkan 5.955 Personel Amankan Aksi Mahasiswa di Depan Gedung DPR
PARADAPOS.COM - Sebanyak 5.955 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran polsek dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan keterangan resmi dalam konferensi pers terkait perkembangan situasi dan langkah penanganan pengamanan di lapangan. Aksi yang digelar oleh mahasiswa dari berbagai universitas ini dipusatkan di tiga titik utama, yakni Jalan Medan Merdeka Selatan, depan Gedung DPR/MPR RI, dan Jalan Kwitang Raya.

Langkah Antisipasi dan Pengamanan

Selain menyiagakan ribuan personel, polisi telah memetakan sejumlah langkah antisipasi untuk merespons dinamika situasi yang mungkin terjadi di lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan jalannya aksi tetap terkendali dan tidak mengganggu ketertiban umum. Dari pusat kendali, petugas terus memantau pergerakan massa serta potensi kerawanan di sekitar lokasi.

Imbauan bagi Masyarakat dan Peserta Aksi

Polisi mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi agar memenuhi prosedur administrasi yang telah ditentukan. Dengan begitu, kegiatan unjuk rasa dapat berlangsung aman tanpa mengganggu ketertiban umum. Imbauan ini disampaikan secara langsung oleh Kabid Humas di hadapan awak media. “Kami mengimbau kepada warga masyarakat apabila ingin hadir di dalam menyampaikan aspirasi silahkan, Polda Metro Jaya, Kepolisian RI tidak pernah melarang. Tapi bagi mereka yang tidak memiliki kepentingan terkait agenda-agenda itu bisa untuk melokalisir. Tidak bergabung pada saat proses pengamanan oleh proses kepolisian,” ujar Kombes Budi Hermanto dalam tayangan "Breaking News, Metro TV", Senin, 15 Juni 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aparat tidak melarang penyampaian aspirasi, namun meminta masyarakat yang tidak berkepentingan untuk tidak ikut bergabung dalam kerumunan. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan proses pengamanan dan mengurangi risiko gesekan di lapangan. Dengan koordinasi yang matang, polisi berharap aksi dapat berjalan tertib hingga selesai.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar