Kemenhaj Mulai Pemulangan Gelombang Kedua Jemaah Haji dari Madinah, 101 Ribu Orang Sudah Tiba di Indonesia

- Selasa, 16 Juni 2026 | 19:00 WIB
Kemenhaj Mulai Pemulangan Gelombang Kedua Jemaah Haji dari Madinah, 101 Ribu Orang Sudah Tiba di Indonesia
PARADAPOS.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi memulai fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air pada Selasa, 16 Juni 2026. Proses ini dipastikan berjalan aman dan terkendali, dengan total 261 kelompok terbang (kloter) yang telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Hingga hari ke-15 fase pemulangan, sebanyak 101.391 jemaah dan 1.042 petugas telah diterbangkan, dengan 253 kloter di antaranya telah mendarat di berbagai embarkasi di Indonesia.

Fase Kepulangan Dimulai dari Madinah

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, di Mekah, mengonfirmasi bahwa hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang 2 dari Madinah menuju Indonesia. “Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya. Proses ini melibatkan koordinasi ketat antara petugas di Daerah Kerja Madinah dan berbagai pihak terkait. Menurut Maria, layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara terus dioptimalkan. Semua itu dilakukan demi memastikan kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.

Progres Pemulangan yang Signifikan

Data pergerakan menunjukkan progres yang cukup signifikan. Dari total 261 kloter yang diberangkatkan, sebanyak 253 kloter telah mendarat di Tanah Air. Rinciannya, 98.487 jemaah dan 1.010 petugas telah tiba di embarkasi masing-masing. Angka kedatangan kini menyentuh 99.497 orang, atau sekitar 48 persen dari total kuota. Artinya, hampir separuh jemaah telah kembali ke Indonesia. Sisanya masih dalam proses pemulangan bertahap.

Imbauan untuk Jemaah di Madinah

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Madinah untuk memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Dokumen ini harus tersimpan dengan aman dan mudah diakses. “Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” kata Maria. Selain dokumen, kondisi fisik jemaah juga menjadi perhatian. Jemaah diingatkan untuk beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas fisik berlebih yang memicu kelelahan. Persiapan ini penting agar perjalanan pulang terasa nyaman.

Larangan Air Zamzam dan Ketentuan Penerbangan

Kemenhaj kembali menegaskan larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Aturan ini bukan tanpa alasan. Air zamzam nantinya akan dibagikan kepada jemaah setibanya di Tanah Air sesuai mekanisme yang berlaku. “Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria. Dengan imbauan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat mematuhi aturan demi kelancaran proses kepulangan. Suasana di bandara pun diupayakan tetap tertib, dengan petugas yang siaga membantu jemaah yang membutuhkan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar