PARADAPOS.COM - Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Rabu (17/6/2026), terkait evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas capaian positif yang diraih, meskipun sejumlah titik perbaikan masih perlu disempurnakan. Irfan menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama yang konstruktif antara Kementerian Haji dan DPR yang berperan sebagai Tim Pengawas Haji.
Mengejar Ketertinggalan Waktu
Irfan, yang akrab disapa Gus Irfan, mengakui bahwa tantangan penyelenggaraan haji tahun ini sangat besar. Ia baru dilantik sebagai Menteri Haji pada September 2025, sementara tahapan persiapan dari Pemerintah Arab Saudi sudah berjalan sejak Juni 2025. Artinya, ada jeda waktu yang harus dikejar.
“Artinya kita ketinggalan sekitar 3-4 bulan, tapi alhamdulillah dengan kerja sama semua tim kita bisa mengejar ketinggalan itu. Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan haji pada tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa laporan yang disampaikan kepada Presiden mencakup sejumlah poin positif. Salah satu yang paling menonjol adalah percepatan penerbitan visa jemaah yang telah rampung pada pertengahan Ramadan. Menurutnya, ini adalah pencapaian yang luar biasa.
“Ini hal yang sangat sangat sangat luar biasa,” ujarnya.
Distribusi Kartu Nusuk dan Layanan Akomodasi
Perbaikan lain yang disorot adalah distribusi kartu Nusuk yang sudah dilakukan sejak jemaah masih berada di Tanah Air. Langkah ini dinilai efektif meminimalkan berbagai masalah klasik yang kerap terjadi di lapangan.
“Tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya, jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jemaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi,” jelasnya.
Gus Irfan juga menyebutkan bahwa kualitas layanan haji tahun ini telah melampaui standar paket yang digunakan. Meskipun secara resmi masih menggunakan skema Paket D, kualitas yang diterima jemaah disebut mendekati standar Paket C.
“Kemudian yang lainnya lagi kita sudah mulai memerlukan kontrak-kontrak ini multi-years untuk bisa memastikan, layanan harus baik dan bisa menjadikan jaminan bagi pihak vendor untuk bisa memberikan layanan terbaik dan kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Arahan Presiden untuk Haji 2027
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga arahan untuk peningkatan layanan jemaah pada penyelenggaraan haji tahun 2027 mendatang. Arahan tersebut mencakup penyediaan konsumsi yang lebih baik dan lebih dini, serta penataan akomodasi hotel agar semakin nyaman.
“Bapak Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti, termasuk bagaimana, makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi,” ungkap Gus Irfan.
“Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi,” lanjutnya.
Dengan berbagai langkah perbaikan yang telah dan akan dilakukan, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia ke depannya dapat terus meningkat, memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para jemaah.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kadis Perikanan Lamongan Bantah Tuduhan Jual Beli Jabatan di TPI Brondong
Anggota DPRD Sumbar Buron Lima Bulan, Dibekuk Kejaksaan di Jakarta Selatan Terkait Dugaan Korupsi Rp34 Miliar
Petani Magelang Ubah Singkong Bernilai Rp300 per Kg Jadi Produk Bernilai Tambah, Raup Omzet Puluhan Juta
Jokowi Siap Hadir di Sidang Bawa Ijazah Asli Usai Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap