Menteri Pertanian Laporkan Stok Beras Nasional Aman untuk 10 Bulan ke Depan

- Jumat, 19 Juni 2026 | 15:50 WIB
Menteri Pertanian Laporkan Stok Beras Nasional Aman untuk 10 Bulan ke Depan
PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Laporan ini disampaikan Amran dalam program Newsline Metro TV pada Jumat, 19 Juni 2026, merespons kekhawatiran akan dampak fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi tahun depan.

Stok Beras Nasional Mencapai Jutaan Ton

Menurut data yang dipaparkan Amran, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Angka ini belum termasuk potensi produksi dari tanaman padi yang masih berada di lahan, atau yang biasa disebut standing crop, yang diperkirakan mencapai 10 hingga 11 juta ton. Selain itu, cadangan beras yang tersimpan di rumah tangga, hotel, dan restoran juga diperkirakan mencapai 12,5 juta ton. Dengan perhitungan tersebut, pemerintah optimistis stok pangan nasional akan tetap aman setidaknya hingga April 2027. Keyakinan ini semakin kuat mengingat Indonesia diperkirakan akan memasuki masa panen puncak pada Maret tahun depan. Artinya, pasokan beras akan kembali bertambah dalam waktu dekat.

Mitigasi Risiko El Nino Ekstrem

"Anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan April (2027), Juli (2026) sampai April itu, 10 bulan ke depan itu cukup. Sedangkan bulan Maret itu sudah panen puncak. Jadi dampak El Nino Godzilla, sebagaimana disampaikan oleh BMKG, InsyaAllah itu bisa kita mitigasi risikonya," ujar Amran dalam wawancara tersebut. Lebih lanjut, Amran juga melaporkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi El Nino ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun depan. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga produksi pangan nasional dan meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. "Kami sudah membangun embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, dan optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi InsyaAllah untuk pangan aman," tuturnya.

Optimisme di Tengah Tantangan Iklim

Di tengah kekhawatiran akan dampak perubahan iklim, pernyataan Amran ini memberikan gambaran bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan matang. Kombinasi antara stok yang ada, potensi panen mendatang, serta infrastruktur pertanian yang terus dibangun, diyakini mampu menjadi bantalan bagi ketahanan pangan nasional. Dengan berbagai langkah yang telah dan sedang dijalankan, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan beras, meskipun tantangan cuaca ekstrem mengintai di depan mata.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar