PARADAPOS.COM – Pimpinan DPR RI akhirnya menemui perwakilan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat sore. Pertemuan ini digelar untuk menjembatani aspirasi para demonstran yang menyuarakan keprihatinan atas kondisi ekonomi nasional. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa langsung memimpin dialog tersebut di dalam kompleks parlemen.
Suasana di sekitar gedung parlemen sejak siang memang sudah dipadati oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek. Mereka datang dengan membawa spanduk dan meneriakkan yel-yel. Tuntutan utama yang mereka bawa adalah perbaikan ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.
Dialog Langsung di Tengah Massa
Setelah melalui proses negosiasi di lapangan, perwakilan mahasiswa akhirnya dipersilakan masuk ke dalam gedung. Pertemuan itu berlangsung cukup alot, namun tetap dalam koridor yang kondusif. Dari pantauan di lokasi, sejumlah mahasiswa menyampaikan secara langsung evaluasi mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada rakyat kecil.
“Kami ingin agar pemerintah lebih serius dalam pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam forum tersebut.
Pimpinan DPR mendengarkan dengan saksama setiap poin yang disampaikan. Suasana dialog berlangsung intens, namun tetap saling menghargai. Beberapa kali terjadi diskusi memanas, namun berhasil diredam oleh mediator yang hadir.
Hasil Pertemuan Disampaikan ke Massa
Usai pertemuan, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa langsung keluar menemui massa yang masih bertahan di depan pagar gedung. Mereka menyampaikan secara ringkas hasil komunikasi dengan perwakilan mahasiswa. Langkah ini diambil agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pimpinan DPR dengan peserta aksi yang menunggu di luar.
Dalam pernyataannya di hadapan mahasiswa, Dasco menegaskan bahwa DPR berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi rakyat yang melekat pada lembaga legislatif.
Sementara itu, dari pihak mahasiswa, mereka menyatakan akan terus mengawal isu-isu yang telah disuarakan. Mereka tidak ingin hasil pertemuan ini hanya menjadi seremonial belaka. Tekad untuk tetap kritis dan mengawasi jalannya kebijakan pemerintah pun kembali ditegaskan.
Hingga menjelang magrib, sebagian besar massa mulai membubarkan diri dengan tertib. Beberapa orasi penutup masih terdengar dari panggung utama, namun situasi secara keseluruhan tetap terkendali. Petugas kepolisian yang berjaga sejak pagi juga mulai merapikan barikade.
Artikel Terkait
Polri: Kurir Fredy Pratama Angkut Rp1 Miliar Per Bulan ke Thailand Selama 7 Tahun
Menteri Pertahanan Israel Peringatkan Respons Keras Jika Diserang Iran, Tolak Tarik Pasukan dari Zona Keamanan
174 Kasus Suspek Flu Singapura di Bandung Barat, Dinkes Terkendala Alat Uji
AHY Pimpin Aksi Bersih-bersih Sungai Ciliwung, Canangkan Gerakan Nasional Ayo Muliakan Sungai