ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban Bintan, Target Rampung Akhir 2026

- Minggu, 21 Juni 2026 | 18:00 WIB
ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban Bintan, Target Rampung Akhir 2026
PARADAPOS.COM - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan membangun Dermaga 2 dan meningkatkan kapasitas Dermaga 1. Langkah ini bertujuan memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek ini dijadwalkan selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026.

Membangun Dermaga Baru untuk Kapasitas Lebih Besar

Di lokasi yang sama, ASDP membangun Dermaga 2 dengan panjang 119,48 meter. Dermaga ini dirancang untuk melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Sebagai penunjang kelancaran bongkar muat, dermaga akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton. Secara bersamaan, kapasitas Dermaga 1 juga ditingkatkan. Melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas sandar, dermaga ini nantinya mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.

Konektivitas sebagai Katalis Ekonomi

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa setiap dermaga yang dibangun perusahaan BUMN ini bukan sekadar infrastruktur fisik. Menurutnya, dermaga adalah penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah. “Komitmen ASDP memperkuat konektivitas antarpulau kembali diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau,” kata Heru dalam keterangan di Jakarta, Minggu. Heru menambahkan, pengembangan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang terus meningkat di wilayah kepulauan. “Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif,” ujarnya. Ia memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. “Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau,” imbuh Heru.

Rehabilitasi di Pelabuhan Lain

Tidak hanya di Tanjung Uban, ASDP juga melaksanakan rehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur. General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan transportasi penyeberangan di Kepulauan Riau. “Seluruh pekerjaan ini kami targetkan dapat selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026,” kata Reno.

Trafik Tinggi Jadi Dasar Pengembangan

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Uban melayani tiga lintasan penyeberangan. Lintasan Tanjung Uban–Telaga Punggur menjadi salah satu rute tersibuk. Di lintasan tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Tanjung Burang dan KMP Baru untuk melayani pergerakan penumpang dan kendaraan antarwilayah. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah melayani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Tingginya trafik ini menjadi dasar penting bagi pengembangan kapasitas pelabuhan agar layanan semakin lancar, aman, nyaman, dan efisien. Melalui peningkatan kapasitas dermaga dan modernisasi fasilitas pendukung, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin prima. Harapannya, hal ini dapat mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar