PARADAPOS.COM - Prancis mengalami malam terpanas dalam tujuh tahun terakhir pada Minggu hingga Senin, 22 Juni 2026, saat gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah negara tersebut. Suhu rata-rata nasional pada malam hari mencapai sekitar 21,4 derajat Celsius, menjadikannya malam terpanas sejak gelombang panas besar pada Juli 2019. Di Paris, badan meteorologi nasional Meteo-France mencatat suhu minimum mencapai 24,2 derajat Celsius, memecahkan rekor yang bertahan hampir satu dekade. Otoritas cuaca memperkirakan kondisi ini masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dengan suhu di sejumlah wilayah mendekati 40 derajat Celsius pada pekan ini.
Suhu Diperkirakan Terus Meningkat
Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pada malam hari, suhu tetap tinggi dan berada pada kisaran 23 hingga 26 derajat Celsius di beberapa daerah. Meteo-France telah meningkatkan tingkat kewaspadaan dengan menempatkan 49 departemen dalam status siaga merah dan 40 departemen lainnya dalam status siaga oranye. Langkah ini diambil karena risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suhu tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Di tengah kondisi ini, pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, memperbanyak konsumsi air, serta memanfaatkan tempat-tempat yang memiliki pendingin udara. Banyak warga mencari cara untuk mendinginkan tubuh dengan berenang di pantai, sungai, maupun kolam renang. Namun, otoritas keamanan sipil melaporkan peningkatan jumlah insiden tenggelam.
Ratusan Sekolah Ditutup
Gelombang panas juga mulai memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari. Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray mengumumkan bahwa 845 sekolah ditutup pada Senin akibat suhu ekstrem. Selain itu, sekitar 1.800 sekolah lainnya menyesuaikan jam operasional untuk mengurangi risiko paparan panas terhadap siswa dan tenaga pengajar.
Juru bicara Keamanan Sipil Prancis, Jerome Boulanger, mengatakan sedikitnya 13 orang dilaporkan tenggelam sejak Sabtu.
“Selama gelombang panas ini, mendinginkan tubuh dan menjaga hidrasi memang sangat penting. Namun jika ingin berenang, sebaiknya dilakukan di lokasi yang diawasi petugas,” ungkap Boulanger kepada media lokal.
Gelombang panas yang melanda Prancis merupakan bagian dari cuaca ekstrem yang juga dirasakan sejumlah negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Para ahli iklim memperingatkan bahwa frekuensi dan intensitas gelombang panas di kawasan Eropa terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring perubahan iklim global.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PGN Siapkan Pasokan Gas dari Lapangan Sengeti untuk Industri dan Listrik pada 2028
Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dinilai Bukti Tumpulnya Hukum, Peradi Bersatu: Pasti Jokowi Kecewa
Andy Burnham Kembali Menjadi Sorotan Usai Pengunduran Diri Starmer
Puan Desak PLN Transparan soal Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa yang Ganggu Ekonomi Rakyat