TNGGP Tutup Semua Jalur Pendakian Sepekan Penuh untuk Gelaran Trail Run Internasional

- Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB
TNGGP Tutup Semua Jalur Pendakian Sepekan Penuh untuk Gelaran Trail Run Internasional
PARADAPOS.COM - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi menutup seluruh jalur pendakian dan wisata selama sepekan penuh, tepatnya pada 23 hingga 29 Juli 2026. Langkah ini diambil karena kawasan tersebut akan menjadi lokasi penyelenggaraan Jakarta Open Trail Run (JOTR) serta rangkaian kegiatan South East Asia Trail Running Confederation. Penutupan ini berlaku sementara bagi pendaki dan wisatawan umum yang ingin mengakses sejumlah destinasi di dalam kawasan TNGGP, berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 dan 12 Tahun 2026.

Alasan Penutupan dan Dampaknya bagi Pendaki

Keputusan menutup akses selama tujuh hari penuh bukan tanpa alasan. Jalur pendakian yang biasanya terbuka untuk publik akan dikhususkan sepenuhnya bagi para peserta lomba lari lintas alam berskala internasional tersebut. Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa event ini diikuti oleh peserta dari dalam negeri maupun mancanegara. Konsekuensinya, tidak ada penjadwalan ulang ataupun pengembalian dana bagi pendaki yang mungkin sudah merencanakan pendakian di tanggal tersebut. "Penutupan dilakukan selama satu pekan penuh, sehingga tidak ada pendaki atau wisatawan yang masuk jalur pendakian karena jalur dikhususkan untuk peserta JOTR," kata Agus, Senin, 22 Juni 2026. Ia menambahkan, sistem pendaftaran daring untuk pendakian pun sengaja tidak dibuka selama periode itu. Dengan begitu, secara otomatis tidak ada calon pendaki yang terdaftar sehingga tidak perlu ada mekanisme refund.

Persiapan Menjelang Event Internasional

Di sela-sela persiapan menyambut ajang trail run, pihak TNGGP juga akan memanfaatkan momen ini untuk melakukan perbaikan. Agus mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas di sepanjang jalur pendakian yang mengalami kerusakan akan diperbaiki. Kegiatan berskala internasional yang berlangsung selama tujuh hari ini menjadi alasan utama mengapa jalur harus steril dari aktivitas wisata biasa. "Bagi calon pendaki dan wisatawan kami sarankan melakukan pendaftaran secara daring setelah kegiatan selesai, selama penutupan jalur pendakian akan diawasi ketat oleh petugas termasuk melibatkan masyarakat sekitar," ujar dia.

Pengawasan Ketat dan Sanksi Tegas

Untuk memastikan tidak ada pelanggaran, pengawasan akan diperketat. Petugas gabungan dari Balai Besar TNGGP serta masyarakat sekitar akan berjaga di titik-titik rawan. Agus berharap tidak ada pendaki atau wisatawan yang nekat menerobos jalur yang sudah ditutup. Peringatan ini disampaikan dengan nada serius, mengingat sanksi yang menanti cukup berat. "Salah satunya, pendaki akan masuk dalam daftar hitam pendakian di seluruh taman nasional di Indonesia," tegasnya. Imbauan pun kembali disampaikan bagi para calon pendaki dan wisatawan yang hendak berkunjung pada tanggal tersebut. Pihak TNGGP menyarankan agar mereka memilih tanggal lain di luar rentang 23-29 Juli 2026. Suasana di kawasan Cibodas, Cianjur, yang biasanya ramai oleh kantung-kantung tenda dan langkah kaki para pendaki, dipastikan akan lengang selama sepekan penuh. Jalur setapak yang biasanya dipenuhi dedaunan kering dan akar pohon yang menonjol itu hanya akan dijejali oleh derap kaki para pelari lintas alam.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar