PARADAPOS.COM - Pemerintah resmi menutup penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan catatan sukses. Sebanyak 220.247 jemaah reguler telah menyelesaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci dan tengah dalam proses pemulangan secara bertahap ke Indonesia. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengumumkan bahwa tahun ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya seluruh rangkaian ibadah dikelola penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026. Ke depan, pemerintah berencana kembali memangkas masa tunggu keberangkatan haji yang saat ini telah diseragamkan menjadi 26 tahun.
Pengelolaan Penuh oleh Kemenhaj dan Capaian Operasional
Dalam keterangan tertulisnya, Qodari menyampaikan rasa syukur atas amanah besar yang berjalan lancar. "Alhamdulillah, amanah besar ini berhasil kita selenggarakan dengan sangat baik," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kesuksesan ini bukanlah kebetulan. Menurutnya, capaian di 2026 merupakan buah dari kerja keras dan berbagai terobosan yang telah dirancang sejak sebelum jemaah berangkat. Pemerintah melakukan optimalisasi di berbagai lini, mulai dari pengurusan visa yang jauh lebih cepat, pembagian identitas digital Kartu Nusuk sejak di Tanah Air, hingga penyediaan layanan jalur cepat keimigrasian atau Makkah Route di bandara Jeddah dan Madinah.
Fasilitas penunjang lainnya juga mendapat perhatian serius. Peningkatan kualitas akomodasi penginapan, kepastian hidangan makanan, hingga kenyamanan armada transportasi terus diprioritaskan. Semua ini, kata Qodari, dilakukan demi memastikan jemaah dapat beribadah dengan khusyuk.
Apresiasi Langsung dari Jemaah di Lapangan
Suasana di lapangan turut memberikan gambaran positif. M. Arsad, seorang jemaah lansia berusia 75 tahun asal Jakarta, mengaku terkesan dengan pelayanan yang diterimanya. Ia telah menanti antrean selama 12 tahun dan bergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Risalah Jakarta.
"Alhamdulillah, satu kehormatan yang tak bisa dibayar," ungkapnya.
Arsad menceritakan bahwa petugas haji di lapangan bekerja dengan sangat tenang, penuh kepedulian, dan sigap memantau kesehatan jemaah. Pengalaman serupa dirasakan oleh Syaiful, jemaah asal Jakarta Timur. Ia mengapresiasi fasilitas konsumsi yang diterima para jemaah selama berada di Mina, termasuk ketersediaan es krim yang dinilai membantu mengatasi cuaca panas.
Instruksi Presiden dan Rencana Pemangkasan Masa Tunggu
Meski menuai pujian, pemerintah tidak berniat berpuas diri. Menanggapi kepuasan jemaah, Qodari menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan para jemaah. Namun, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk terus berbenah.
Setelah berhasil memangkas masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 47 tahun menjadi seragam 26 tahun, Presiden meminta penyusunan mekanisme strategis jangka panjang. Alternatif solusi lanjutan juga tengah dikaji agar masa tunggu keberangkatan dapat dipersingkat kembali.
"Kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan akan semakin baik, semakin nyaman, dan semakin membawa berkah bagi bangsa kita," tutur Qodari menutup pernyataannya.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Amankan 1.825 Butir Tramadol dan Hexymer dari Dua Pria di Tarumajaya
Lelang Barang Rampasan KPK: Harga iPhone Melonjak hingga Ratusan Kali Lipat, Pelunasan Ditunggu
Empat BUMN Laporkan Realisasi PMN 2025 ke DPR, Fokus pada KRL Baru hingga Kapal Penumpang
Kecelakaan Beruntun di Pasuruan: Satu Tewas Usai Motor Bonceng Tiga Senggolan dengan Truk Tebu