Trisakti Business Law Fair IV Bahas Tata Kelola Hukum Aviasi, Hadirkan Menhub hingga Kompetisi Mahasiswa Nasional

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 03:25 WIB
Trisakti Business Law Fair IV Bahas Tata Kelola Hukum Aviasi, Hadirkan Menhub hingga Kompetisi Mahasiswa Nasional

PARADAPOS.COM - Fakultas Hukum Universitas Trisakti sukses menggelar Trisakti Business Law Fair IV (TBLF IV) pada 24–26 Juli 2026 di Jakarta. Mengusung tema tata kelola hukum bisnis aviasi, acara ini menghadirkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, para pakar industri, serta kompetisi nasional yang diikuti mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan regulasi dan dinamika global sektor penerbangan, termasuk ambisi zero fatalities ICAO 2030. Sektor penerbangan memang bukan sekadar alat transportasi. Bagi Indonesia, ia adalah representasi kedaulatan negara kepulauan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Dari sisi ekonomi, industri ini menjadi pendorong utama konektivitas nasional dan mobilitas global. Namun, di balik itu semua, kompleksitas regulasi dan tekanan geopolitik membuat tata kelola hukum menjadi semakin krusial.

Mengurai Resiliensi Industri Aviasi

Seminar Nasional yang menjadi pembuka TBLF IV mengangkat tema spesifik: “Resilience Strategies for Indonesia’s Aviation Industry in Navigating Global Geopolitical Dynamics to Support Sustainable National Economic Growth”. Acara ini dibuka dengan keynote speech dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, S.H. Kehadirannya menegaskan bahwa isu ini bukan hanya wacana akademik, melainkan prioritas kebijakan nasional. Diskusi panel berlangsung dinamis. Dimoderatori oleh Yashinta Kosmanto, S.H., alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti, sesi ini menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif berbeda: 1. Denon Prawiraatmadja, S.T. (Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association) memaparkan materi mengenai “Ketahanan Industri Penerbangan Nasional dalam Perspektif Ekonomi Makro di Tengah Dinamika Geopolitik Global”. 2. Dino Tribata (Technical Advisor PT Dharma Bandar Mandiri) menyoroti “Penguatan Regulasi Tarif Aviasi dalam Mewujudkan Industri Penerbangan yang Berkelanjutan”. 3. Gregorius Alisander Ponglapik, S.H. (Associate Dentons HPRP) membedah “Resiliensi Operasional dan Aspek Teknis Penerbangan Tidak Berjadwal Menghadapi Krisis Energi”. Menariknya, ketiga paparan tersebut saling melengkapi. Dari sisi makro, Denon menggarisbawahi bagaimana gejolak politik global berdampak pada biaya operasional maskapai. Sementara Dino menekankan pentingnya regulasi tarif yang adaptif, dan Gregorius menyoroti celah hukum dalam operasional penerbangan tidak berjadwal. Perpaduan ini memberi gambaran utuh bahwa tata kelola hukum tidak lagi sekadar kepatuhan, melainkan pilar strategis mitigasi risiko korporasi.

Ajang Pembuktian Mahasiswa Hukum Nasional

Babak final kompetisi menjadi panggung adu gagasan bagi mahasiswa hukum terbaik se-Indonesia. Dua cabang lomba yang dipertandingkan sama-sama mengangkat kasus posisi yang relevan dengan dinamika industri saat ini:
  • Contract Drafting and Negotiation Competition (CDNC): Membedah tema “Optimization of Aircraft Operations for Multi-Project Companies: Supporting Strategic Mobility and Commercial Risk Protection”.
  • Legal Opinion Competition (LOC): Mengangkat isu “Beyond Clearance: The Legal Paradox of Air Charter Operations in Domestic Airspace”.
Suasana di ruang kompetisi terasa intens. Para peserta tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kritis dalam menyusun argumen hukum yang aplikatif. Beberapa tim terlihat berdiskusi hingga larut, mempersiapkan strategi negosiasi dan struktur kontrak yang solid.

Daftar Pemenang Trisakti Business Law Fair IV

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang pada Closing Ceremony. Berdasarkan penilaian dewan juri, berikut delegasi perguruan tinggi yang berhasil meraih penghargaan:

1. Contract Drafting and Negotiation Competition
- Juara 1: Delegasi Antananarivo, Universitas Padjadjaran
- Juara 2: Delegasi Vienna, Universitas Indonesia
- Juara 3: Delegasi Paramaribo, Universitas Negeri Semarang
- Berkas Terbaik: Delegasi Vienna, Universitas Indonesia

2. Legal Opinion Competition
- Juara 1: Delegasi Budapest, Universitas Gadjah Mada
- Juara 2: Delegasi Belmopan, Universitas Indonesia
- Juara 3: Delegasi Copenhagen, Universitas Diponegoro
- Berkas Terbaik: Delegasi Copenhagen, Universitas Diponegoro

Penyelenggaraan TBLF IV ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pemikiran hukum bisnis di Indonesia. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, acara ini menjadi ruang dialog antara akademisi, praktisi, dan regulator untuk bersama-sama memperkuat ketahanan industri aviasi nasional. Di tengah ketidakpastian global, pendekatan kolaboratif semacam ini menjadi penting—bukan hanya untuk memenangkan persaingan, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar