PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, di zona hijau pada level 6.010,339, namun kemudian berbalik arah dan melemah. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat turun 16,443 poin atau setara 0,27 persen ke posisi 5.982,594. Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.045 dan terendah di 5.967, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di awal perdagangan.
Mayoritas Saham Melemah, Transaksi Tercatat Rp1,6 Triliun
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 189 saham berhasil mencatatkan penguatan. Namun, jumlah tersebut masih kalah dibandingkan 340 saham emiten lainnya yang justru tertekan dan melemah. Sementara itu, 179 saham lainnya terpantau stagnan tanpa pergerakan berarti.
Volume perdagangan pagi ini tercatat cukup aktif. Total transaksi yang sudah berjalan mencapai Rp1,608 triliun, dengan jumlah saham yang berpindah tangan sebanyak 2,908 miliar lembar. Kapitalisasi pasar bursa saat ini berada di angka Rp10.501,734 triliun.
Sentimen dari Pasar Global dan Data Ekonomi AS
Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) memberikan pandangan terkait pergerakan IHSG ke depan. Disebutkan bahwa pada perdagangan kemarin, bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi. Kondisi ini dipicu oleh perbedaan outlook di kalangan emiten teknologi.
Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari AS turut menjadi perhatian pelaku pasar. Indeks harga PCE AS tercatat naik 0,4 persen secara bulanan pada Mei 2026. Angka ini sama dengan kenaikan pada bulan April dan ternyata berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 0,5 persen.
IHSG Berpotensi Uji Resistensi Terdekat
Sementara itu, pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, IHSG berhasil ditutup menguat cukup signifikan sebesar 1,96 persen. Penguatan ini ditopang oleh pergerakan saham-saham big caps seperti MORA, ASII, BBCA, BMRI, dan MDKA.
"Menyikapi beragam kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada penghujung pekan ini berpotensi menguji level resistennya kembali, terdekat di EMA10 6.030 serta jika berhasil breakout IHSG berpotensi kembali ke level 6.200," ungkap Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, dalam risetnya.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KBRI Takhta Suci Perkenalkan 17 Koleksi Tenun Nusantara di Roma Lewat Acara Women, Thread, dan Time
IMO Tunda Evakuasi 11.000 Pelaut di Selat Hormuz Usai Kapal Kargo Diserang di Teluk Oman
Polisi Tangkap Pria di Johar Baru yang Curi Motor Gegara Kunci Korban Jatuh di Parkir
Rupiah Melemah ke Rp17.988 per Dolar AS di Tengah Tekanan Inflasi AS yang Mereda