Survei: Lebih dari 70 Persen Masyarakat Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis

- Minggu, 08 Februari 2026 | 16:25 WIB
Survei: Lebih dari 70 Persen Masyarakat Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis

PARADAPOS.COM - Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan kepuasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Temuan ini terungkap dari survei terbaru Indikator Politik Indonesia pada Januari 2026, di mana lebih dari 70 persen responden memberikan penilaian positif. Survei ini memberikan gambaran awal mengenai penerimaan publik terhadap salah satu program prioritas pemerintah di bidang kesehatan dan sosial.

Detail Temuan Survei: Mayoritas Puas

Survei yang digelar pada pertengahan Januari 2026 itu melibatkan 1.220 responden warga negara Indonesia. Hasilnya cukup signifikan: sebanyak 72,8 persen menyatakan puas dengan pelaksanaan MBG. Rinciannya, 12,2 persen mengaku sangat puas, sementara 60,6 persen lainnya merasa cukup puas. Di sisi lain, terdapat 19,9 persen responden yang kurang puas dan 4,5 persen menyatakan tidak puas sama sekali.

Burhanuddin Muhtadi, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, memaparkan analisisnya. "Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional)," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Dia melanjutkan dengan menyoroti kelompok yang tidak puas. "Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat," jelas Burhanuddin.

Implikasi terhadap Penilaian Kinerja Presiden

Menurut analisis Burhanuddin, tingkat kepuasan terhadap program MBG ini tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan penilaian publik terhadap kepemimpinan nasional. Survei menemukan adanya korelasi, di mana ketidakpuasan terhadap MBG cenderung berimbas pada penilaian kinerja Presiden Prabowo. Namun, terdapat pula segmen responden yang meski kecewa dengan program tersebut, masih memberikan apresiasi terhadap kerja presiden.

Dia menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan dari Badan Gizi Nasional. "Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu puna implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik," tuturnya.

Metodologi dan Tantangan Ke Depan

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden, memberikan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. Temuan ini menjadi snapshot awal di tahun 2026, yang menurut Burhanuddin, sangat dinamis dan bergantung pada kinerja eksekusi di lapangan. Tantangan seperti menjaga kualitas gizi dan mencegah insiden, misalnya keracunan, disebutkan sebagai hal krusial yang harus diantisipasi oleh penyelenggara program untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan publik.

Survei ini pada akhirnya tidak hanya mengukur penerimaan sebuah program bantuan sosial, tetapi juga menyoroti bagaimana kebijakan pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat dan dampaknya terhadap citra kepemimpinan. Keberhasilan MBG ke depan akan sangat ditentukan oleh konsistensi kualitas dan efektivitas distribusinya di seluruh pelosok negeri.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar