PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali merombak sejumlah posisi strategis di lingkungan Korps Bhayangkara. Berdasarkan tujuh surat telegram yang diterbitkan, sebanyak 1.121 personel mengalami mutasi atau promosi jabatan. Perubahan ini mencakup pergantian Kapolda di dua wilayah, yakni Aceh dan Papua Barat, serta pergeseran sejumlah Wakapolda dari Aceh hingga Papua Barat Daya. Mutasi ini ditegaskan sebagai bagian dari pembinaan karier dan upaya meningkatkan kinerja institusi.
Pergantian Kapolda Aceh dan Papua Barat
Untuk posisi Kapolda Aceh, tongkat komando kini beralih ke Brigjen Ruddi Setiawan. Ia menggantikan Irjen Marzuki Ali Basyah yang telah memasuki masa pensiun. Sementara itu, di ujung timur Indonesia, Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat yang baru. Ia menggantikan Brigjen Gatot Hariwibowo, yang juga telah memasuki masa pensiun.
Deretan Wakapolda yang Bergeser
Mutasi juga menyentuh sejumlah jabatan Wakapolda di berbagai daerah. Brigjen Iwan Saktiadi, misalnya, kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wakapolda Banten. Ia menggantikan Brigjen Hendra Wirawan yang mendapatkan penugasan baru sebagai Karobinkar SSDM Polri.
Di wilayah timur Indonesia, Brigjen Arif Budiman resmi menjabat sebagai Wakapolda Maluku. Ia menggantikan Brigjen Imam Thobroni yang kini dialihkan sebagai Auditor Kepolisian Utama Tk I Itwasum Polri. Suasana pergantian ini berlangsung di tengah dinamika organisasi yang terus berdenyut.
Sementara itu, Kombes Fernando Sanches Napitupulu diangkat menjadi Wakapolda Papua Barat Daya. Ia menggantikan Kombes Semmy Ronny Thabaa yang kini menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk II Sespim Lemdiklat Polri.
Penjelasan Resmi dari Divisi Humas Polri
Menanggapi perombakan ini, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang lumrah dalam organisasi.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Trunoyudo, Sabtu (27/6/2026).
Dari lapangan, langkah ini dinilai sebagai upaya penyegaran di tubuh institusi. Rotasi personel diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam menghadapi tantangan keamanan dan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menko PMK: Titik Api Karhutla di Bromo Turun Drastis dari 34 ke 2, Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan
Mentan: Mafia Beras Fortifikasi Tipu Hak Rakyat, 80 Persen Produk Tak Sesuai Standar
Program Kesehatan Karyawan MAS Arya Indonesia Jangkau 2.907 Pekerja sejak 2019
Serangan Houthi di Selat Bab al-Mandeb Tewaskan Satu WNI dan Tiga Warga Pakistan