Ciputra Development Targetkan Marketing Sales Rp9,5 Triliun pada 2026

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:00 WIB
Ciputra Development Targetkan Marketing Sales Rp9,5 Triliun pada 2026
PARADAPOS.COM - Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) memasang target marketing sales senilai Rp9,5 triliun untuk tahun 2026. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan realisasi yang berhasil diraih pada tahun sebelumnya. Target tersebut diumumkan dalam agenda Public Expose yang digelar pada Jumat, 26 Juni 2026, di Jakarta.

Strategi di Tengah Lesunya Daya Beli

Sekretaris Perusahaan Ciputra Development, Aditya Ciputra Sastrawinata, menjelaskan bahwa penetapan target ini tidak dilakukan secara sembarangan. Pihaknya mengaku telah mempertimbangkan secara matang kondisi pasar properti yang masih dihantui oleh penurunan daya beli masyarakat di berbagai wilayah. Meski begitu, optimisme tetap dijaga. “Target di 2026 ditetapkan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian karena melihat masih lesunya permintaan properti di beberapa wilayah akibat faktor penurunan daya beli. Namun, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bisnis properti, kami yakin mampu memenuhi target tersebut,” ujarnya dalam kesempatan tersebut. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan mengandalkan sejumlah strategi. Pengembangan produk residensial baru menjadi salah satu andalan utama, ditambah dengan upaya diversifikasi geografis. Aditya juga menyebutkan bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diharapkan mampu menjadi katalis yang mendorong kembali permintaan hunian di pasaran.

Rangkaian Proyek Baru Sepanjang 2026

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, CTRA telah meluncurkan dua proyek residensial baru pada tahun ini. Kedua proyek tersebut adalah Citra Homes Halim yang berlokasi di Jakarta, serta Citra Bukit Golf Sentul di kawasan Bogor. Tak berhenti di situ, pada kuartal I/2026, perseroan juga memperkenalkan klaster Cedarwood@Forestine di CitraGarden City Jakarta dan Hortis Phase 2 di CitraGarden Serpong. Memasuki semester kedua tahun ini, rencana peluncuran proyek baru masih berlanjut. Beberapa di antaranya adalah Klaster Lacewood Phase 1@The Forestine dan Solea Terrace di CitraGarden City Jakarta. Selain itu, perseroan juga bersiap meluncurkan Apartemen Kataluna yang berada di CitraLand City CPI Makassar. Aditya menegaskan bahwa perseroan akan terus menghadirkan produk-produk inovatif. Prinsip keberlanjutan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan bisnis jangka panjang yang dijalankan.

Kinerja Keuangan dan Dividen

Melihat ke belakang, sepanjang tahun 2025 CTRA membukukan marketing sales sebesar Rp9,5 triliun. Capaian ini sebenarnya mengalami penurunan sekitar 14% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp11 triliun. Meskipun ada penurunan di sisi marketing sales, kinerja keuangan secara keseluruhan tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. Direktur Utama CTRA, Candra Ciputra, mengungkapkan bahwa pendapatan perseroan sepanjang 2025 berhasil naik 13% menjadi Rp12,7 triliun, dari sebelumnya Rp11,2 triliun pada tahun 2024. Laba bersih pun mencatatkan peningkatan yang signifikan, yakni sebesar 25% menjadi Rp2,7 triliun dibandingkan Rp2,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan kinerja keuangan yang solid, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui pembagian dividen tunai. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp667 miliar, atau setara dengan Rp36 per saham. Nilai tersebut merupakan 25,1% dari laba bersih yang diraih pada tahun buku 2025. Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, sepanjang tahun 2025 perseroan juga telah meluncurkan lebih dari 12 klaster baru. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai kawasan unggulan, seperti CitraGarden Bintaro, CitraLand Surabaya, CitraGarden City Jakarta, CitraLand Gama City Medan, CitraGarden Serpong, Citra City Sentul, CitraLand The GreenLake Surabaya, hingga CitraLand Celebes Makassar.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar