Menko AHY dan Menhan Sjafrie Sepakati Integrasi Infrastruktur dengan Pertahanan Udara

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB
Menko AHY dan Menhan Sjafrie Sepakati Integrasi Infrastruktur dengan Pertahanan Udara
PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026. Agenda utama pertemuan ini adalah menyelaraskan kebijakan pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional dengan aspek pengamanan serta pengendalian wilayah udara. Langkah ini menjadi fondasi awal untuk memastikan setiap proyek fisik yang digarap pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan kepentingan strategis pertahanan dan keamanan negara.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Prioritas

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup namun penuh substansi itu, Menko AHY menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin pembangunan fisik berjalan secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan kepentingan ekonomi dengan pertahanan. “Sinkronisasi lintas sektor adalah kunci utama dalam pembangunan nasional. Kami fokus membahas kebijakan infrastruktur dan konektivitas nasional, serta langkah strategis pengamanan wilayah udara. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan negara, menjamin keselamatan ruang udara, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi,” ujar AHY. Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Lebih dari itu, setiap proyek harus dirancang secara terpadu dengan sektor pertahanan agar memberikan manfaat optimal dan memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan.

Konsep Defense Supporting Economy

Sejalan dengan pandangan tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pengendalian wilayah udara merupakan aspek vital dalam menjaga kedaulatan serta keselamatan ruang udara nasional. Ia memperkenalkan pendekatan defense supporting economy, di mana sektor pertahanan dan pembangunan infrastruktur saling menopang. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan menciptakan konektivitas yang tidak hanya aman, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan. Kementerian Pertahanan, kata dia, siap mendukung setiap kebijakan infrastruktur yang selaras dengan kepentingan strategis negara. Sebagai bentuk komitmen nyata, kedua kementerian sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam merumuskan kebijakan makro yang terintegrasi. “Bersama Kementerian Pertahanan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan siap terus bersinergi dan berkolaborasi demi integrasi konektivitas yang aman dan berdaulat,” tegas AHY.

Harapan ke Depan

Melalui penguatan koordinasi ini, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur nasional dapat berjalan beriringan dengan agenda pertahanan negara. Sinergi ini diyakini mampu meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus memperkokoh kedaulatan wilayah Indonesia. Suasana di ruang rapat sore itu terlihat serius namun konstruktif. Di meja perundingan, peta-peta wilayah udara dan dokumen rencana strategis tampak terbuka, menjadi saksi bisu dari upaya dua kementerian menyatukan visi.

Pejabat yang Hadir

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari kedua instansi. Dari Kementerian Pertahanan, hadir Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, Sekretaris Jenderal Kemhan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, Inspektur Jenderal Letnan Jenderal TNI Rui F.G.P. Duarte, Dirjen Kekuatan Pertahanan Marsekal Muda TNI H. Haris Haryanto, serta Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan Jenderal TNI Bagus Suryadi Tayo. Sementara itu, AHY didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R. M. Manuhutu, serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan betapa seriusnya kedua kementerian dalam merumuskan langkah strategis ke depan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar