PARADAPOS.COM - Ratusan warga lanjut usia (lansia) memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026, untuk mendaftar pembuatan Kartu Layanan Gratis (KLG) TransJakarta. Mereka rela mengantre sejak subuh, bahkan sebelum matahari terbit, hanya untuk mendapatkan kesempatan menikmati fasilitas transportasi umum gratis di masa tua. Antusiasme yang tinggi membuat kuota harian cepat habis, memaksa sebagian lansia harus pulang dengan tangan hampa.
Antrean Panjang Sejak Pukul 05.30 WIB
Suasana di area Car Free Day (CFD) Bundaran HI pagi itu terlihat berbeda. Puluhan kursi lipat dan payung warna-warni berjejer di sepanjang trotoar, menjadi penanda bahwa para lansia sudah bersiap sejak dini. Sejak pukul 05.30 WIB, barisan calon pendaftar mulai mengular. Petugas pun berjibaku mengatur arus antrean agar tetap tertib.
Salah seorang lansia, Nana (63), mengaku sudah dua kali mencoba peruntungannya. “Ini yang kedua kali, minggu lalu enggak kebagian kuota karena ramai banget,” ujarnya di lokasi.
Ia menambahkan bahwa dirinya datang sekitar pukul setengah enam pagi, namun tetap saja harus berjuang melawan antrean panjang. “Tadi datang jam setengah enam, sudah dua kali enggak kebagian,” jelas Nana.
Motif di Balik Antrean: Ingin Keliling Jakarta
Bagi Nana, membuat KLG bukan sekadar urusan administrasi. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk mengisi hari tua dengan kegiatan yang menyenangkan. Ia ingin memanfaatkan fasilitas gratis dari TransJakarta untuk berkeliling kota.
“Buat jalan-jalan keliling Jakarta gitu ya, mumpung masih bisa,” kata Nana dengan nada optimis.
Semangat serupa juga terlihat dari lansia lainnya, Ida (64). Ia mengaku proses pendaftaran yang sederhana menjadi salah satu alasan mengapa banyak lansia antusias. “Gampang, gampang. Iya cuma bawa KTP saja,” tuturnya.
Proses Administrasi yang Praktis dan Petugas yang Sigap
Meskipun antrean panjang, proses pembuatan KLG dinilai sangat praktis oleh para pendaftar. Tidak ada syarat tambahan yang rumit. Cukup dengan membawa kartu identitas, data mereka langsung diproses di tempat.
Ida juga menyoroti keramahan petugas di lapangan. Menurutnya, para petugas dengan sabar membantu lansia memindai data dan mengisi formulir. “Pokoknya nurut saja sama petugasnya, petugasnya baik kok, dibantu ya,” jelas Ida.
Suasana antrean yang panjang itu justru menjadi pemandangan yang mengharukan. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, para lansia ini menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap aktif dan menikmati hidup. Mereka rela menunggu, demi sebuah kartu yang membuka akses menuju kebebasan berkeliling kota.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
CORTIS Rilis Lagu ‘JoyRide’, Angkat Pesan Kebebasan dan Katarsis Masa Trainee
Presiden Prabowo Resmi Umumkan Bahan Bakar B50 Mulai Berlaku di Seluruh SPBU pada 1 Juli 2026
Polda Metro Bongkar Judi Terselubung Modus Timezone, Omzet Capai Rp 2,1 Miliar per Bulan
Platform Kriket Modern Sajikan Data Real-Time, Ubah Cara Penggemar IPL Nikmati Pertandingan